JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengenal dan Mengatasi Earworm Supaya Baby Shark Mau Ngilang

22 September 2017, 17:02:32 WIB | Editor: Dwi Shintia
Mengenal dan Mengatasi Earworm Supaya Baby Shark Mau Ngilang
TERINGAT TERUS: Berulang-ulang mendengar lagu atau suara yang sama bisa membuat kita mengalami yang namanya earworm. BIAR FOKUS: Lawan dengan lagu lain atau dengarkan musik instrumentalia untuk menghilangkan earworm. (DIKA KAWENGIAN/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Planet terjauh dari matahari adalah... Baby shark, doo doo doo doo. Presiden pertama AS adalah… Mama shark, doo doo doo doo. Zat hijau daun disebut... Papa Shark, doo doo doo doo. Huaduh, lagi belajar buat ulangan besok kok malah ingatnya lagu Baby Shark terus sih. Jadi gagal fokus.

Pernah mengalami atau malah sedang mengalami hal seperti itu tidak, teman-teman? Tenang saja, tiba-tiba selalu terngiang lagu tertentu merupakan hal yang wajar kok. Namanya earworm alias lagu atau nada yang ’’melekat’’ di ingatan kita. Siapa pun bisa mengalaminya. Kok bisa ya?

Apa sih earworm itu?
Menurut penelitian University of Reading, Inggris, pada 2010, earworm muncul dari ingatan kita sendiri.
Semua pasti tahu kan, otak punya fungsi merekam ingatan? Nah, sumber ingatan itu banyak! Salah satunya suara. Jadi, lagu atau nada yang kita dengarkan terekam di otak, lalu disimpan. Ibaratnya, otak kita adalah rumah dengan banyak sekali penghuni.

Mengenal dan Mengatasi Earworm Supaya Baby Shark Mau Ngilang
BIAR FOKUS: Lawan dengan lagu lain atau dengarkan musik instrumentalia untuk menghilangkan earworm. (MODEL: EDWARD TIMOTHY SETIO, NICOLE ISABELLA SETIO FOTO: DIKA KAWENGIAN/JAWA POS)

Ingatan kita ini bersifat unik. Kita bisa ’’memutar’’ lagu di otak. Maka, jangan heran kalau ada orang yang tiba-tiba menggoyangkan kepala, menjentikkan jari, bahkan menggumamkan lagu, seperti sedang mendengarkan lagu. Padahal, dia berada di ruangan sepi dan sama sekali tidak terdengar suara musik.

Sama seperti rumah, penghuni otak kadang keluar semaunya. Maka, muncul earworm. Sebab, rekaman tersebut terlalu sering berseliweran sampai kita sendiri tidak bisa mengontrolnya. Akhirnya, bukannya menghibur, earworm kadang bikin kita jengkel sendiri. Habisnya, teringat lagu ituuu terus!

Yang bisa memicu munculnya earworm:
Earworm ternyata tidak melulu lagu, teman-teman. Banyak suara yang bisa menjadi ’’penghuni otak’’. Kalau menurut penelitian BBC Radio 6 dan tim peneliti University of London, Inggris, setidaknya ada tiga hal yang bisa memicu munculnya earworm.

Sering didengar Hampir tiap hari kita mendengar suara. Mulai ringtone ponsel orang tua, iklan di TV, bel sekolah, sampai lagu favorit. Nah, jika kita sering mendengarkan suara-suara itu, otak bakal mengingatnya. Tidak jarang, otak secara otomatis menghubungkan suara tersebut dengan gambar atau visual yang menyertainya. Maka, jangan heran kalau kalian tiba-tiba menyanyikan Let It Go waktu melihat gambar Elsa dan Anna. Atau langsung menyanyi Baby Shark saat melihat hiu.

Punya kenangan Waktu mendatangi pesta ulang tahun teman, ada lagu yang keren banget. Saking bagusnya lagu tersebut, kita sampai Googling dan bertanya kepada kakak atau teman. Nah, hal itu juga membuat kita mudah mengingat lagu tersebut. Setiap lagu itu diputar di radio atau music player, kita jadi teringat pesta ulang tahun teman.

Mood dan stres Kemarin libur. Hari ini pulang cepat. Sabtu dan Minggu diajak ayah dan ibu liburan ke luar kota. Asyiknya… ah, karena mood sedang rileks, otak kita pun ’’memutar’’ lagu yang santai dan ceria. Beda saat sedih, rasanya terngiang lagu yang pelan dan liriknya menyayat banget.

Bagaimana mengatasinya?
Kalau dipikir-pikir, earworm seperti jailangkung ya. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Hehehe. Nah, supaya ia tidak mengganggu saat kita butuh konsentrasi, begini caranya:

Hindari memutar lagu. Usahakan, suasana tenang saat kita belajar atau ujian. Kalau belum terbiasa, coba mainkan musik klasik atau instrumental. Cara ini bisa mengumpulkan konsentrasi.

Sibukkan fisik. Agar si hantu earworm tidak muncul, coba deh kunyah permen karet. Sebab, saat earworm muncul, biasanya kita kan menyanyi. Karena ada permen karet, rahang kita sibuk mengunyah. Jika tidak sedang belajar, tapi earworm mengganggu, coba alihkan dengan jalan atau berolahraga ringan.

Lawan dengan lagu lain. Saat mengerjakan soal, tiba-tiba teringat lagu Baby Shark. Lawan saja. Bayangkan lagu dengan nada berbeda. Misalnya, menyanyikan Bintang Kecil atau Balonku.

Mengobrol. Kalau kita sering menyendiri, earworm lebih sering muncul. Agar tidak terganggu dengan suara-suara itu, coba deh perbanyak ngobrol dengan teman.(*)

fam/c6/ayi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up