JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tak Hanya Lelaki, Perempuan Harus Mampu Kuasai Bidang STEM

19 April 2018, 07:05:59 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tak Hanya Lelaki, Perempuan Harus Mampu Kuasai Bidang STEM
Para narasumber perempuan berbicara bersama Microsoft Indonesia soal peranan wanita di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika (STEM). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Siapa bilang perempuan hanya tahu soal make-up, fashion, dan belanja? Perempuan masa kini juga piawai di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Kehebatan ini meneladani semangat Kartini era modern yang menunjukkan tajinya di segala bidang.

Dalam diskusi yang digelar Microsoft Indonesia bersama tiga tokoh perempuan dalam bidang STEM, ternyata kaum hawa Indonesia memiliki kesempatan untuk terjun dan memecahkan kesenjangan dalam industri STEM. Salah satunya melalui pembekalan dan edukasi sejak dini.

“Microsoft percaya bahwa ada tiga area kunci untuk mendorong perempuan muda untuk masuk ke dalam karir yang berhubungan dengan STEM,” kata Enterprise Commercial Director Microsoft Indonesia, Nina Wirahadikusumah, yang sudah menjadi pemimpin di perusahaan teknologi besar selama 20 tahun dalam konferensi pers, Rabu (18/4).

Kunci untuk sukses di bidang ini adalah dengan pandai menciptakan peluang dengan pengalaman langsung. Eksposur terhadap tokoh panutan perempuan mematahkan stigma umum di masyarakat bahwa STEM adalah maskulin dan bidang tersebut diperuntukkan untuk laki-laki.

“Sekolah-sekolah saat ini dapat mengubah persepsi anak perempuan terhadap bidang STEM dengan cara memberikan eksposur terhadap role model bagi siswa perempuan melalui kerja sama dengan tokoh-tokoh perempuan setempat, seperti alumni, yang menekuni bidang STEM untuk berbagi cerita bahwa perempuan berperan sangat penting dalam bidang STEM,” kata Founder & CEO jaringan media digital, Female Daily Network Hanifa Ambadar.

Engineer perempuan di sebuah startup Indonesia yang menjadi pendiri sekolah teknologi gratis Binar Academy, Alamanda Shantika mengusulkan agar sekolah-sekolah juga dapat mengimplementasikan pengalaman langsung untuk siswinya. Caranya, dengan menggunakan perangkat yang akrab dengan siswi, seperti tablet dan PC. Teknologi itu sendiri dapat membantu siswi dalam mempelajari bidang studi STEM dengan cara yang lebih mudah dicerna.

“Pengalaman langsung membentuk hard skill dan soft skill yang diperlukan perempuan muda untuk bekerja di bidang STEM. Dengan pengalaman langsung perempuan muda akan mendapatkan keahlian yang berharga seperti pemikiran kristis, kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan komunikasi,” papar Alamanda.

Saat ini, jumlah perempuan yang mengejar pendidikan dan karir di bidang STEM masih tergolong rendah. Padahal teknologi telah berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam catatan Microsoft Indonesia menunjukkan hanya 1 dari 4 anak perempuan dengan usia 12 sampai 19 tahun di kawasan Asia yang mengetahui sosok wanita di bidang STEM. Maka era zaman now menuntut perempuan juga harus terampil di bidang ini.

Selama 23 tahun terakhir, Microsoft Indonesia telah bermitra dengan pemerintah Indonesia untuk membantu generasi muda, termasuk perempuan muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital. Sejak tahun 2015, Microsoft telah mengajak perempuan muda Indonesia untuk terjun dalam
industri STEM melalui program #MakeWhatsNext.

(ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Inspirasi Kartini untuk Perempuan Masa Kini 19 April 2018, 07:05:59 WIB
5 Kartini di Sepak Bola Indonesia Masa Kini 19 April 2018, 07:05:59 WIB
Tegas Ambil Keputusan dengan Naluri Keibuan 19 April 2018, 07:05:59 WIB
Kartini Masa Kini Harus Utamakan Pendidikan 19 April 2018, 07:05:59 WIB
Hasiati Perempuan Gatot Kaca Zaman Now 19 April 2018, 07:05:59 WIB
3 Kartini Masa Kini Versi Christine Hakim 19 April 2018, 07:05:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up