JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengenal Katarak yang Dialami Anak Kedua Asri Welas

15 September 2017, 20:29:22 WIB | Editor: Dwi Shintia
Mengenal Katarak yang Dialami Anak Kedua Asri Welas
Asri Welas. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com = Selama ini katarak dikenal sebagai penyakit degeneratif dan lebih banyak menyerang mereka yang berusia lanjut. Namun, katarak juga bisa muncul pada bayi atau sejak lahir. Itulah yang disebut katarak kongenital. Dan itu kemungkinan yang dialami Rayyan Gibran Ridharaharja, putra kedua Asri Welas.

Katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata sehingga lensa tidak dapat menangkap cahaya secara optimal untuk diteruskan ke retina.

Hal itu menganggu penglihatan. Bicara mengenai katarak kongenital, dr Florence M. Manurung SpM dari Jakarta Eye Center (JEC) menjelaskan bahwa penyebabnya sering kali cukup sulit ditentukan. Bisa disebabkan mutasi gen, infeksi dalam kandungan karena virus TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex), atau gangguan metabolisme seperti diabetes.

Mengenal Katarak yang Dialami Anak Kedua Asri Welas
Rayyan Gibran Ridharaharja. (Instagram Asri Welas)

Gejala khas yang harus dikenali sejak dini adalah penglihatan anak yang tidak fokus serta bintik putih pada pupil. ”Misalnya, ketika mama meletakkan mainan di depan wajah bayi, dia kok tidak fokus,” paparnya.

Bintik putih pada pupil bisa menyeluruh (dense/padat) atau tidak padat (misal berupa 1 titik pada pupil). ”Yang hanya satu titik ini lebih sulit dikenali. Tapi, ortu harus waspada jika respons penglihatan bayi kurang. Sebaiknya segera dicek oleh dokter,” lanjutnya.

Sama halnya dengan katarak degeneratif. Terapi untuk katarak kongenital hanya bisa dilakukan dengan jalan operasi. ”Sebaiknya jangan ditunda karena berkaitan dengan perkembangan otak anak yang optimal pada masa golden age,” tutur dr Florence.

Tindakan operasi dilakukan untuk mengambil lensa mata yang rusak. Selanjutnya, pada pasien lanjut usia, umumnya dipasang lensa tanam. Sementara itu, pada bayi dan anak, belum tentu dipasang lensa tanam. Bergantung beberapa kondisi dan berdasar pemeriksaan dokter.

Setelah operasi, dilakukan proses rehabilitasi. Yakni, dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak untuk mengembalikan penglihatannya. Dengan penanganan dini, kualitas hidup anak tetap terjaga hingga masa tumbuh kembangnya optimal. (*)

nor/c16/ayi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up