JawaPos Radar | Iklan Jitu

Curhat Asri Welas yang Bayinya Terkena Katarak

Bahagia Ibran Melihat Warna Dunia

15 September 2017, 20:19:17 WIB | Editor: Dwi Shintia
Curhat Asri Welas yang Bayinya Terkena Katarak
SEHAT YA: Sekarang Ibran mengenakan kacamata plus 16. (Instagram Asri Welas)
Share this

JawaPos.com  - Mengandung lagi setelah delapan tahun melahirkan Rajwa Gilbram Ridha Rahardja, artis Asri Welas begitu bahagia. Sedikit pun tidak ada bayangan jika dia harus kembali bolak-balik rumah sakit karena bayinya mengalami katarak. Ya, katarak.
---
BAYI yang diberi nama Rayyan Gibran Ridharaharja lahir dalam keadaan sehat pada 12 April lalu di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bobotnya mencapai 3 kg dengan panjang 47 cm.

Saat Asri mau pulang, salah seorang suster berpesan untuk memeriksakan putranya ke dokter THT. ’’Katanya, telinga kanan dan kiri tidak memberikan respons,’’ cerita Asri di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, kemarin (14/9).

Asri membawa putra yang dipanggilnya Ibran tersebut ke dokter spesialis THT. Berdasar hasil pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa tidak ada masalah dengan pendengaran. Setiap kali mendengar sesuatu, Ibran merespons dengan gerakan. Asri pun senang.

Curhat Asri Welas yang Bayinya Terkena Katarak
TINDAKAN OPERASI: Asri Welas menggendong Ibran bersama dokter dan tim setelah operasi katarak Juli lalu. (Instagram Asri Welas)

Namun, ketika Ibran berusia 2 bulan, anak sulung Asri mengatakan ada yang aneh dengan adiknya. ’’Mami, Mami, aneh deh, Ibran nih kalau ditepuk di depan matanya enggak kedip sama sekali. Jago ya,’’ kata Asri menirukan ucapan anak sulungnya.

Asri langsung mengetes menggunakan jari yang digerakkan ke kanan dan kiri. Tidak ada respons. Namun, Asri masih tenang merasa memang belum saatnya Ibran memberikan respons seperti itu. Pada saat hampir bersamaan, adik-adik Asri mengetahui ada titik putih di bola mata hitam Ibran.

Namun, mereka tidak berani mengatakan apa pun. Asri sebetulnya juga melihat titik tersebut, tetapi masih berusaha meyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Asri bahkan sempat membawa Ibran liburan keluarga ke Jepang selama satu minggu. ’’Waktu di Jepang kan bener-bener bareng terus sama Ibran, itu saya lihat putihnya makin membesar,’’ ujarnya.

Sang suami, Galiech Ridha Rahardja, khawatir. Melalui pencarian informasi singkat, muncul dugaan Ibran kena katarak. Pulang ke Indonesia, bertepatan dengan Idul Fitri. Tidak ada dokter yang praktik. Baru setelah Lebaran, ketika Ibran berusia 3 bulan, mereka memeriksakan ke dokter langganan Asri.

Asri dan Ibran menjalani scanning. Biasanya, jika mata bermasalah, ada hubungan dengan jantung bocor atau virus bawaan dari ibunya. Dokter menanyakan riwayat indikasi virus TORCH (toxoplasma, others, rubella, cytomegalovirus and herpes).

’’Setahu saya, enggak Dok. Saya empat bulan hamil cek dan semua bersih. Dokter juga ngecek Ibran. Alhamdulillah, jantung dan otaknya semua aman,’’ tuturnya.

Untuk mata, Ibran dirujuk ke Profesor Rita Sitorus. Saat dites cahaya, mata Ibran masih mengikuti dengan baik. Namun, ketika dideteksi menggunakan alat tanpa cahaya dan bunyi, tidak ada respons. ’’Diginiin nih pakai jari, dia enggak ngikutin. Ya Tuhan, jangan sampai anakku enggak bisa lihat,’’ ungkap Asri yang mulai menahan tangis.

Prof Rita menyatakan, Ibran terkena katarak. Sampai saat ini, penyebabnya belum diketahui. Secara genetik, di keluarga besar Asri dan suami, tidak ada sejarah bayi terkena katarak. ’’Saat ini dilakukan tes metabolik. Darah Ibran dibawa ke Malaysia untuk diteliti,’’ jelasnya.

Dua minggu bertemu dengan Prof Rita, Ibran yang saat itu berumur 3 bulan 2 minggu menjalani operasi di RSCM, Jakarta Pusat. Operasi pertama dilakukan untuk mata kanan. Seminggu kemudian, giliran mata kiri. ’’Yang mengejutkan, saya jadi tahu ternyata banyak bayi yang katarak,’’ terangnya.

Pascaoperasi dilakukan pengecekan. Hasilnya, Ibran masih bisa melihat. Namun, dia perlu mengenakan kacamata plus 16. Asri pun bersyukur karena buah hatinya itu masih bisa menikmati warna dunia meski harus berkacamata sejak kecil. ’’Ini baru dua hari Ibran pakai kacamata karena baru jadi kacamatanya. Dia makin aktif bergerak,’’ cerita Asri.

Namun, dekatnya jarak operasi memberikan imbas lain. Kondisi Ibran menurun. Ditambah dengan munculnya sariawan di bagian amandel karena bekas susu. Ibran enggan minum dan mulai diare. Sejak sembilan hari lalu, Ibran masuk RS lagi.

Bobot dan HB-nya juga turun. Beruntung, kondisi Ibran terus membaik. Apalagi setelah melakukan transfusi darah. Jika hari ini tidak demam dan kondisinya stabil, Ibran bisa pulang siang ini. Semangat Mami Asri! (*)

glo/c14/ayi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up