JawaPos Radar | Iklan Jitu

Wayang itu Sepenuhnya Cerita Fiksi

13 Desember 2017, 21:35:59 WIB | Editor: Dwi Shintia
Iva Ariani,
Iva Ariani (Abraham Genta Buwana/Radar Jogja)
Share this

JawaPos.com - Iva Ariani, dosen Fakultas Filsafat UGM yang punya konsentrasi studi terhadap wayang ini pernah meneliti mengenai kisah Ramayana. Dimana dalam kisah tersebut Kumbakarno yang merupakan adik dari Rahwana berada dalam dilema moral.

Sebagai warga negara dirinya merasa berkewajiban untuk membela negaranya saat negara Alengka diserang oleh bala tentara Rama. Namun sebagai seorang manusia dia sadar bahwa dalam hal ini negaranya memang berada di pihak yang salah, sehingga bala tentara Rama harus menyerangnya.

’’Dalam kondisi seperti ini Kumbokarno merasa bimbang dan ragu dengan pilihan moral yang harus dia pilih, disertasi saya untuk mengetahui bagaimana nilai kepahlawanan Kumbokarno jika dikaji secara etis,’’ paparnya.

Dalam disertasi yang menggunakan metode hermeneutics itu, banyak nilai filosofis yang diangkat. Diantaranya saat berperang dengan Rama, Kumbokarno sengaja mengenakan pakaian serba putih, bukan sebagai wujud kesucian.

Tapi karena dia sadar berada di pihak yang salah. Sebagai wujud menyerah, dalam hal ini kumbokarno menyerahkan hal-hal buruk kepada kebaikan yang di simbolkan oleh Sri Rama.

Iva mengatakan, filsafat wayang diperlukan untuk memberikan pemahaman ke generasi muda bahwa wayang itu menarik. Misalnya Arjuna yang terkenal tampan dan memiliki istri sejumlah 40 orang, sebenarnya itu lebih kepada makna kualitatif, bukan kuantitatif semata.

Sejumlah 40 orang istri arjuna itu menggambarkan 40 karakter seorang isteri ideal dalam budaya jawa. Jadi laki-laki yang hebat adalah laki-laki yang bisa mendapatkan perempuan yang lembut yang bisa mendidik anak menjadi pemimpin bangsa seperti Subadra. Atau gesit dan bisa membela suami seperti Srikandi dan lain sebagainya.

Iva juga mengatakan, cerita wayang itu sepenuhnya fiksi. Meski tidak nyata, namun cerita dan karakter wayang menggambarkan seluruh sifat manusia.

Di situlah istimewanya wayang. Dibandingkan cerita lain seperti cerita legenda atau cerita rakyat, cerita wayang lebih lengkap karena menceritakan dunia tengah yang disimbolkan dengan manusia, dunia atas yang menceritakan para dewa, serta dunia bawah dengan menamplkan buto. Itulah yang membuat Iva berpendapat bahwa wayang merupakan suatu karya sastra yang sangat luar biasa. (*)

(ina/JPC)

Alur Cerita Berita

Wayang itu Sepenuhnya Cerita Fiksi 13 Desember 2017, 21:35:59 WIB
Ceritakan Superhero Wayang untuk Anak 13 Desember 2017, 21:35:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up