JawaPos Radar | Iklan Jitu

Melukis Di Atas Kain ala Ovy Noviadhyani

01 Desember 2017, 03:00:59 WIB | Editor: Dwi Shintia
Melukis di atas kain.
BERBAKAT: Ovy Noviadhyani dengan karyanya. (Ovy Noviadhyani for JawaPos,com)
Share this

JawaPos.com - Melukis sudah menjadi kebutuhan bagi Ovy Noviandhyani. Belasan tahun Ovy menjadi penghobi seni lukis di media lain selain kanvas. Yang paling sering adalah aneka kain dan tas anyaman.

Sejak kecil, Ovy sudah menunjukkan minatnya di bidang seni rupa. Sebenarnya kemampuannya adalah turunan dari sang ayah, Slamet Soedibyo, dokter spesialis mata yang juga punya hobby melukis. Namun saat itu, medianya adalah kanvas. ’’Saat kecil, media favoritnya adalah tembok, haha,’’ candanya.

Kebiasaan Ovy menggambar dan melukis itu menular ke adik bungsu Ovy, Yuniar Widorini, 35. Lulus SMA, Ovy diterima di jurusan Seni Rupa, Universitas Udayana, Bali. Namun karena orang tua kurang berkenan, Ovy harus mengalah untuk kuliah di Surabaya saja. ’’Sejak kuliah vakum, sampai menikah dan punya anak baru bisa fokus lagi melukis,’’ ucap istri dari Priyo Ludiyono tersebut.

Melukis di atas kain.
BERBAKAT: Ovy Noviadhyani dengan karyanya. (Ovy Noviadhyani for JawaPos,com)

Sekitar awal 2000-an, Ovy sudah punya cukup waktu untuk memulai hobinya lagi. Tapi ibunda dari Nadya Ariestyani itu ingin mencoba sesuatu yang baru. Sensasi melukis di media lain selain kanvas menarik minatnya. Dia lantas ikut kursus private melukis di kain.

’’Sensasi melukisnya sama, tapi kalau melukis di kain rasanya lebih fungsional. Barang yang dilukis bisa langsung dikenakan,’’ ucap Ovy yang lahir di Jayapura, 8 November 1970 tersebut.

Jadilah sejak itu Ovy melukis diatas kain. Jenis kainnya bermacam-macam. Mulai dari kaus biasa, katun, thai silk, sifon, hingga sutra pun dilukisnya dengan beragam gambar. Aliran lukisan Ovy sebenarnya lebih ke realis dan ekspresif.

Ovy suka melukis pemandangan alam, warna-warna tegas seperti merah, hijau, dan biru. Gambar dan warna-warna itu juga yang dituangkan Ovy dalam kain yang dilukisnya. Umumnya, peralatan dan teknik melukisnya hampir sama.

Perbedaannya hanya sedikit. Misalnya untuk cat, Ovy lebih senang menggunakan cat acrylic daripada cat minyak. ’’Karena lebih cepat kering dan tidak bau minyak,’’ imbuhnya.

Cat acrylic pun macamnya juga banyak. Beda jenis kain, beda jenis cat acrylic yang digunakan. Bila sudah mood, Ovy bisa melukis sampai enam kali dalam sehari. Karena sudah terbiasa, Ovy tidak perlu membuat sketsa terlebih dahulu.

Dia bisa langsung melukis apa yang diinginkannya. Kebanyakan, objek yang digambarnya juga sama dengan lukisannya di kanvas. Yang paling banyak, tentu saja bunga warna-warni. Namun sesekali Ovy juga menggambar binatang.

Misalnya gambar Merak di tas berbahan denim. Untuk yang itu, Ovy sangat menyukainya. ’’Saat memakainya, ada teman yang meminta supaya saya menjualnya,’’ ucapnya.

Ovy tidak bisa menolak bila teman-temannya meminta supaya Ovy menjual barang-barangnya yang telah dilukis. Satu tahun terakhir, media yang dilukis semakin variatif. Mulai dari tas dari bahan spunbon dan belacu, barang pecah belah, hingga talenan.

Sejauh melukis dengan media selain kanvas, Ovy menemukan kesenangan yang berbeda. Selain barang yang dilukis bisa dipakai, dia juga bisa lebih fleksibel dalam mengaplikasikan teknik melukisnya. ’’Rasanya lebih bebas, tidak monoton,’’ ucap alumnus Fakultas Psikologi Ubaya tersebut.

Untuk kain-kain yang dilukisnya, Ovy akan memperlakukannya dengan spesial. Misalnya tidak mencucinya dengan mesin cuci. Bahkan untuk kain sutra yang telah dilukis, Ovy akan memilih dry-clean saja. Semua itu dilakukan untuk membuat lukisannya tahan lama. (*)

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up