← Beranda

Capai Keuangan Sehat Seperti Sultan Usia 25 Tahun, ini Tipsnya

Estu SuryowatiSelasa, 14 September 2021 | 17.27 WIB
MEGAH DAN MEWAH: Dinding lengkung dengan aksesn retakan ditambah pencahayaan keemasan memperkuat ambience klasik. (SUGENG DEAS/JAWA POS)
JawaPos.com - Pengelolaan keuangan yang tepat harus dimulai sejak pertama kali berkerja atau pertama kali mendapatkan gaji. Hal itu dilakukan agar pada usia 25 tahun dapat memiliki keuangan yang sehat layaknya sultan.

Tim Analis OCBC NISP berbagi tips mengelola keuangan yang tepat bagi milenial yang baru saja mulai bekerja. Membelanjakan gaji pertama untuk membeli barang yang komsumtif seperti handphone baru, tab baru, baju terbaru, perawatan wajah, atau travelling sangatlah wajar.

Sebab, tentunya hal itu semua sudah masuk dalam daftar keinginan sejak zaman kuliah yang ingin diwujudkan dengan uang hasil keringat sendiri. Namun, pembelian barang-barang konsumtif sebaiknya jangan sampai kebablasan.

Apalagi, semua barang-barang tersebut tidak ada yang bernilai investasi. Memiliki penghasilan sendiri, artinya harus mandiri mengatur keuangan pribadi.

Agar keuangan sehat dapat terwujud ada beberapa hal yang harus dilakukan.

1. Setiap penghasilan rutin yang diterima, dipisahkan sebesar 50 persen untuk kebutuhan pokok.

Hal itu harus mencukupi untuk biaya transportasi kamu per bulan, sewa tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan biaya cicilan. Jika tidak cukup, artinya harus ada yang dikurangi yang sifatnya konsumtif, misalnya tak perlu mencicil sesuatu untuk saat ini.

2. 30 persen pendapatan sebaiknya dipergunakan untuk hiburan, misalnya untuk belanja bulanan, makan di resto kece, member gym, nonton bioskop, dan jalan-jalan.

Jika masih belum mencukupi, member gym ditunda dulu, sebagai ganti, lari pagi depan rumah saja, atau pilih-pilih event untuk makan di luar.

3. Terakhir, ini yang paling wajib, bukan disisakan paling akhir, tapi wajib hukumnya untuk disisihkan pada awal sebesar 20 persen penghasilan untuk tabungan (savings). Ini untuk persiapan dana pensiun, dana darurat, dan investasi yang memang bersifat jangka panjang.

Karena memang tujuannya untuk jangka panjang, maka sebaiknya cari investasi yang tidak tergerus inflasi dan bertumbuh, misalnya reksa dana saham. Belum terlambat untuk memulai.

Berinvestasi pada reksa dana saham pun tidak harus dengan nominal besar, bahkan kamu bisa mulai dengan minimum Rp 20 ribu. Kuncinya adalah rutin dalam berinvestasi dan tentukan jangka waktu investasi.

Hal penting yang selalu diingat, keuangan yang sehat dimulai dari meningkatkan pemahaman dasar, memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah, dan meluruskan mindset terkait finansial yang keliru.
EDITOR: Estu Suryowati