JawaPos.com - Perusahaan financial technology (fintech) yang mengoperasikan platform P2P online, Cashwagon mengincar satu juta nasabah pada tahun ini. Sepanjang tahun lalu, perusahaan tercatat mampu menyalurkan dana pinjaman ke 400 ribu nasabah.
"Pada 2018 hingga Desember sudah 400 ribu pinjaman, dan kita berikan kepada personal. Kita memang menyasar individual," ujar CEO PT Kas Wagon Indonesia Asri Anjarsari di Jakarta, Senin (1/4).
Platform pinjaman yang disediakan perusahaan beragam mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 5 juta. Nasabah juga tersebar yang mayoritas berada di Pulau Jawa.
"Platform Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta. Sebanyak 50 persen nasabah kita berada di Jakarta, bisa dibilang 75 persen di Pulau Jawa," tegasnya.
Di lain hal, saat ini perusahaan juga aktif membantu masyarakat dengan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Awal tahun ini, perusahaan menggelontorkan dana sekitar Rp 65 juta membantu pendidikan anak yatim yang berada di daerah Cilandak.
"Ini CSR pertama kita di 2019 ,konsepnya peduli pendidikan dan anggaran yang kita siapkan Rp 65 juta. Kita santuni ada 40 anak yatim," kata Asri.
Asri menegaskan program CSR ini tidak akan berhenti sampai di sini. Pihaknya menargetkan akan membantu masyarakat setiap kuartal. "Jadi penyaluran CSR ini sudah jadi program reguler kita,” pungkasnya.
PT Kas Wagon Indonesia adalah perusahaan fintech yang mengoperasikan platform P2P online, yang menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman. Resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kas Wagon telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 (Sertifikasi Manajemen Keamanan Informasi) oleh Lembaga Standar Inggris. Ini berarti, Layanan Cashwagon sudah memenuhi standar keamanan informasi internasional.