Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juli 2019 | 18.33 WIB

PNM akan Luncurkan Kredit Tanpa Agunan Hingga Rp 15 Juta untuk UMKM

Baglog jamur milik salah satu nasabah Mekaar di Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Yuharmonis. (Virdita/Jawa Pos) - Image

Baglog jamur milik salah satu nasabah Mekaar di Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Yuharmonis. (Virdita/Jawa Pos)

JawaPos.com - Seiring membesarnya kapasitas pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) maka kebutuhan modalnya turut meningkat. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pun menjawab hal tersebut dengan meluncurkan program Mekaar Plus pada 1 Agustus 2019.

Mekaar Plus adalah program yang dibuat oleh PNM agar nasabah Mekaar bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 15 juta. Sedangkan Mekaar adalah layanan pinjaman modal untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro dengan nominal Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, pelaku usaha tetap bisa melakukan pinjaman tanpa jaminan dengan layanan tersebut. "Kami lihat kondisinya (nasabah) mampu untuk naik kelas," ujar Arief.

Menurutnya, skema peminjaman dengan nilai Rp 15 juta tidak jauh berbeda dari ketentuan peminjaman bagi nasabah Mekaar biasa. Namun, peminjaman hanya bisa diajukan oleh nasabah yang sudah mengikuti program Mekaar dari skema kredit Rp 2 juta sampai Rp 5 juta.

Selain itu, nasabah program Mekaar Plus juga diharuskan mengikuti pelatihan dan program pengawasan dua pekan sekali agar mereka termotivasi dalam mengembangkan usahanya. Meski demikian, nasabah tetap diharuskan membayar cicilannya setiap pekan.

"Mungkin mereka akan semakin sibuk jadi akan dua mingguan. Meski angsuran tetap mingguan," ujar Arief.

Dia mengakui, selama ini tidak ada kesulitan berarti untuk melakukan penagihan terhadap nasabah Mekaar. "Mereka skema pinjamannya itu per grup. Kalau ada salah satu di antara mereka yang sulit bayar, nah nasabah yang belum bayar ini akan diingatkan oleh para kawan-kawannya," ungkap dia.

PNM berharap dengan masifnya penyaluran pembiayaan terhadap masyarakat prasejahtera dapat membantu memotong rantai kemiskinan. Lantaran, bisa membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu sehingga sumber penghasilan keluarga bisa bertambah.

"Anak mau sekolah butuh baju seragam, sepatu tas sekolah buku tulis bisa dibelikan oleh ibunya sehingga mau sekolah jadi anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan peningkatan taraf hidup," urai Arief.

Salah satu nasabah Mekaar di Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Yuharmonis mengatakan, terbantu dengan pinjaman permodalan dari PNM. Dengan pinjaman modal Rp 2,5 juta pada Februari 2019, dia membudidayakan jamur tiram. Pria 43 tahun ini memiliki 2.000 media baglog untuk penanaman jamur.

"Setiap hari panen sebanyak 7 hingga 8 kilogram dengan harga jual Rp 20 ribu perkilogram," terangnya. Dengan modal harian senilai Rp 50 ribu, Yus mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 150 ribu perhari.

Ini merupakan kedua kalinya dia mendapatkan pinjaman dari PNM. Sebelumnya, dia juga mendapatkan pinjaman untuk modal usaha konveksi.

Dia juga berharap usaha yang ditekuninya dapat terus berkembang. Hingga akhir 2019, dia menargetkan jumlah jamur yang dibudidayakannya mencapai 10 ribu baglog, sehingga penghasilan bersih bisa mencapai Rp 500 ribu perhari.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore