JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kilau Emas Dunia Meredup, Di Tengah Kenaikan Suku Bunga AS

06 Desember 2018, 10:20:30 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Kilau Emas Dunia Meredup, Di Tengah Kenaikan Suku Bunga AS
Ilustrasi (Dok. Radar Malang)
Share this

JawaPos.com - Harga emas melemah di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) menyusul komentar pejabat Federal Reserve. Ditambah, para investor melakukan profit taking setelah harga melesat ke level tertinggi dalam lebih dari lima pekan.

Mengutip laman Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.237,29 per ounce pada pukul 17.10 GMT. Sedangkan emas berjangka AS turun 0,3 persen menjadi USD 1.242,6 per ounce.

"Ini hanya karena kurangnya minat pada emas. Sebagian besar minat ada pada pasar obligasi," kata Walter Pehowich, analis Dillon Gage Metals, 

Seperti diketahui, Kepala The Fed, Jerome Powell mengatakan suku bunga AS mendekati level netral, yang ditafsirkan pasar bank sentral akan memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Namun, Presiden The Fed New York, John William mengatakan bank sentral harus terus menaikkan suku bunga tahun depan ketika memperhatikan Resiko keuangan.

"Dia bertentangan dengan Powell. Itu menyebabkan tekanan terhadap logam," kata Pehowich.

Bank sentral secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 18-19 Desember, dan investor akan mencermati sinyal untuk jalur suku bunga tahun depan.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Harga emas jatuh sekitar 9 persen dari puncaknya, April lalu, ketika diperdagangkan pada kisaran USD 1.365 per ounce.

Sementara itu, platinum anjlok 1,2 persen menjadi USD 793,60 per ounce setelah mencapai titik terendah sejak 12 September di posisi USD 785 pada awal sesi. Sedangkan Spot perak turun 0,1 persen menjadi USD 14,49 per ounce.

 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up