alexametrics
Merasakan Jalur Mudik di Tol Trans-Jawa

Dari Sistem One Way: Jakarta-Semarang 8 Jam Terhambat di Cikampek

31 Mei 2019, 11:05:58 WIB

JawaPos.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sesumbar, Jakarta-Semarang bisa ditempuh dalam delapan jam. Caranya, menerapkan rekayasa lalu lintas one way dari gerbang tol Cikampek hingga gerbang tol Brebes Barat. Tim Jawa Pos mencoba rute itu kemarin.

PERJALANAN dimulai kemarin (30/5) pukul 09.30. Berangkat dari Jakarta dengan tujuan akhir Semarang. Kemarin adalah hari pertama dilakukannya rekayasa lalu lintas one way dari Cikampek ke Brebes Barat. Menurut estimasi, sebelum Magrib tim sudah sampai ibu kota Jawa Tengah itu. Perjalanan keluar dari Jakarta ramai lancar.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya menyatakan bahwa proyek di tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan sementara. Itu juga salah satu cara agar masa angkutan Lebaran lancar. Sayang, perjalanan mulai tersendat di km 11. Tiang proyek Jakarta Elevated berdiri di tengah antara lajur A dan B. Proyek tersebut memang belum selesai.

Kemarin Jawa Pos membutuhkan waktu empat jam untuk sampai di pintu tol Cikarang Utama. Mobil hanya berjalan dengan kecepatan rata-rata 20 km per jam. Tak jarang, laju mobil berhenti hingga 5 menit. Gerbang tol Cikarang Utama untuk mudik kali ini sudah tidak digunakan. Diganti dengan gerbang tol Cikampek. Tak ada aktivitas pembayaran. Namun, mobil tetap melaju pelan. Bus-bus mudik gratis berjalan pelan-pelan. Beberapa pemudik yang menggunakan mobil juga membuka kaca. Sekadar mencari udara segar.

Di km 33, delapan mobil berhenti di bahu jalan. Ada rombongan yang membawa makanan. Ada yang beristirahat sambil rebahan di rumput. Tempat itu bukan rest area. Namun, di balik tembok pembatas tol dan permukiman, ada warung-warung dadakan. Mereka menjual jajanan dan minuman dalam kemasan.

MUDIK 2019: Pemudik yang beristirahat di bahu jalan Km 33 akibat padatnya arus kendaraan. (RAKA DENNY/JAWA POS)

Di km 34, contraflow mulai diterapkan. Jalur ke timur yang awalnya hanya sebanyak tiga lajur ditambah satu lajur. Lajur tambahan berada di jalur yang menuju Jakarta. Untuk pembatas, hanya digunakan cone oranye. Contraflow diharapkan bisa mengurangi kemacetan. Sayang, tidak demikian faktanya. Justru tersendat. “Kami buka dua lajur,” tutur Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Kebijakan contraflow dua lajur baru diberlakukan setelah lalu lintas tidak bergerak. “Gerbang tol Palimanan juga padat. Jadi, kami tidak berani melepas,” ungkap Budi.

Setelah dua lajur contraflow dibuka, mobil bisa leluasa bergerak. Kemacetan terurai. “Puncak arus mudik terjadi dua kali,” kata Budi.

Awalnya diprediksi hari ini. Namun, dari jumlah kendaraan yang lewat tol, kemarin juga bisa dianggap sebagai puncak mudik. Kemarin rata-rata karyawan swasta memilih pulang kampung. Sementara itu, aparatur sipil negara (ASN) baru hari ini mudik karena harus mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila.

Sistem satu arah alias way diberlakukan di Km 70 Tol Cikampek sampai Km 263 Pejagan-Pemalang. Gerbang Tol Cikampek Utama pun dibuka seluruhnya mengarah ke Palimanan. RAKA DENNY/JAWA POS

Kepadatan tidak hanya terjadi di rest area. Terutama saat buka puasa. Misalnya yang terlihat di rest area km 130 Tol Cipali. Di pintu masuk rest area, mobil antre masuk. Sebagian parkir di luar jalan. Petugas cleaning service di rest area km 130 Susanto mengatakan, kepadatan lalu lintas terjadi sejak kemarin sore. “Kemarin (Rabu, 29/5, Red) belum ramai. Ini karena satu arah,” katanya.

Perjalanan ke Semarang tidak bisa Jawa Pos selesaikan sebelum azan Magrib. Pukul 21.08 tim masih berada di tol Palimanan-Pejagan km 195.

Belum Berdampak ke Bus

Keriuhan arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way kemarin dimulai pukul 08.00. Satu jam lebih awal dari rencana sebelumnya. Berdasar pantauan Jawa Pos, dampak sistem one way belum terlihat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, kemarin. Belum terlihat penumpukan penumpang. Meski begitu, jumlah penumpang naik dari hari biasanya.

Kepala Satuan Pelaksana Tugas (Kasatpel) Terminal Kampung Rambutan Thofik Winanto menuturkan, dalam dua hari ini volume penumpang naik 10 hingga 20 persen dari hari biasanya. Dia membenarkan bahwa jumlah penumpang meningkat karena pemudik kehabisan tiket kereta api dan mengurungkan niat menggunakan pesawat lantaran harga tiket yang terlalu mahal. Meski begitu, kenaikan pemudik dalam dua hari terakhir tidak sebanyak tahun lalu.

Hingga pukul 20.00 H-6 Lebaran, sudah ada 11.453 penumpang yang bertolak dari Terminal Kampung Rambutan menuju kampung halaman dengan 383 bus. Angka tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebanyak 11.951 penumpang dengan 424 bus yang berangkat dalam rentang waktu yang sama.

Begitu juga jumlah penumpang pada H-7 dan H-6 Lebaran hingga pukul 20.00. Pada 2018, tercatat bus yang keluar dari Terminal Kampung Rambutan sebanyak 827 unit. Bus-bus itu mengangkut 20.695 penumpang. Sedangkan tahun ini hanya ada 19.933 penumpang. Mereka diberangkatkan dengan 757 bus. Meski demikian, dia memperkirakan jumlah tersebut terus meningkat. Terutama saat memasuki masa cuti ASN.

Thofik mengatakan, pemberlakuan tol satu arah tidak memengaruhi jumlah bus yang keluar dari Jakarta.

“Sebab, kami hanya menerima penumpang,” katanya kemarin (30/5). Menurut dia, dampak pemberlakuan tol satu arah bisa mulai terlihat dua hingga tiga hari ke depan, saat bus bergerak dari timur untuk kembali ke Jakarta. “Kan baru dimulai tadi pagi (kemarin, Red). Sementara bus baru masuk subuh,” tutur pria dari Klaten itu.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono yakin bahwa tidak ada kelangkaan bus di Jakarta akibat pemberlakuan sistem one way. Pemerintah telah menyediakan satu lajur ke arah Jakarta dari GT Brebes Barat hingga GT Cikampek Utama. Lajur itu digunakan untuk bus. “Untuk mudik kali ini, ada terobosan baru, yakni satu arah (one way, Red) terjadwal,” terang dia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/han/ygi/tau/idr/c11/tom)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads