alexametrics

Kapolri Minta Maaf, Hamdan Zoelva Ceritakan Kronologi Sebenarnya

Kasus Potongan Video Jenderal Tito Karnavian
31 Januari 2018, 18:33:34 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta maaf, terkait isi sambutannya dalam sebuah acara yang digelar PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).

Potongan videonya beredar luas sejak sepekan terakhir di media sosial. Dalam video tersebut Tito seolah-olah menyebut hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang berandil dalam kemerdekaaan Indonesia.

“Sampai beliau mengatakan, kalau memang ada yang kurang, ada yang salah, saya mohon maaf. Beliau sampaikan begitu,” kata Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva menirukan ucapan Tito kepada awak media di rumah dinas Kapolri, Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1).

Hamdan menjelaskan, pernyataan Tito yang viral di media sosial itu dilontarkan saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren milik KH Maruf Amin pada Februari 2017.

“Kami minta klarifikasi tentang pernyataan itu. (Kapolri) menyampaikan kronologis cerita yang cukup lengkap tentang bagaimana pernyataan yang sebenarnya,” ungkap Hamdan.

Menurut Hamdan, pernyataan Tito yang viral di media sosial keluar dari konteks. Karena seharusnya video tersebut berdurasi 26 menit, bukan seperti yang sudah dipotong durasinya menjadi dua menit.

“Pidato terpotong-potong sehingga menghilangkan seluruh rangkaian cerita pidato yang saat itu disamapaikan,” papar Hamdan.

Setelah menemui Tito secara langsung, kata Hamdan, Tito tidak bermasuk mengintimidasi ormas Islam lain, apalagi bermaksud buruk.

“Terkait ormas lain merontokan negara itu nggak ada, yang dimaksudkan merontokkan negara yang ada di pembicaraan terkait kelompok Takfiri. Kelompok takfiri ini sangat radikal, tidak dimaksudkan pada ormas Islam,” pungkas Hamdan.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rdw/JPC)



Close Ads
Kapolri Minta Maaf, Hamdan Zoelva Ceritakan Kronologi Sebenarnya