alexametrics

Gaduh dengan RA, Oknum Petinggi BPJS Ketenagakerjaan Dinonaktifkan

29 Desember 2018, 11:06:30 WIB

JawaPos.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami RA, mantan karyawan kontrak BPJS Ketenagakerjaan (TK) berbuntut panjang. Oknum anggota dewan pengawas yang disebut-sebut melakukan pelecehan dan kekerasan seksual itu telah dinonaktifkan dari jabatannya.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antarlembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menyebut, persoalan RA dengan SAB, oknum anggota dewan pengawas BPJS yang disebut melakukan perbuatan kekerasan seksual itu merupakan masalah pribadi. Sayangnya persoalan pribadi itu menimbulkan kegaduhan di lingkungan BPJS TK. Sehingga SAB untuk sementara dinonaktifkan dari jabatannya.

“Dengan kewenangannya, Dewan BPJS Ketenagakerjaan menonaktifkan SAB sebagai ketua komite dan RA sebagai staf Dewas,” kata Irvansyah saat dihubungi JawaPos.com, di Jakarta, Jumat (28/12). Penonaktifan terhadap SAB berlaku sejak awal Desember 2018.

Irvansyah menyebut, sebetulnya RA yang biasa disapa Amel itu bukan dipecat dari posisinya sebagai staf kontrak yang bertugas di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, melainkan hanya diskorsing.

“Selang beberapa hari (RA) diskorsing, dalam kurun waktu yang sama (oknum SAB) dinonaktifkan,” tuturnya.

Sementara skorsing untuk RA, kata Irvansyah, bukan karena dia melapor ke Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Akan tetapi lebih pada kondisi hubungan SAB dengan RA sudah tidak kondusif lagi. Hal itu mengganggu kondisi di lingkungan BPJS TK.

“(Dinonaktifkan) agar menjaga situasi tetap kondusif dan kedua belah pihak dapat fokus menyelesaikan permasalahan pribadinya,” ungkapnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/uji/JPC)



Close Ads
Gaduh dengan RA, Oknum Petinggi BPJS Ketenagakerjaan Dinonaktifkan