alexametrics

Jika CVR Tak Ditemukan, Begini Nasib Investigasi Lion Air JT-610

28 November 2018, 15:52:48 WIB

JawaPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah berhasil mengungkap 6 masalah yang dialami Lion Air dengan nomor penerbangan PK-LQP di 4 penerbangan terakhir, sebelum akhirnya terjatuh. Namun, di samping itu masih banyak misteri yang belum terungkap, mengingat Cockpit Voice Recorder (CVR) tak kunjung ditemukan.

Ketua Subkomite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan telah menyiapkan skenario lain jika CVR tidak berhasil ditemukan. Menurutnya KNKT hanya akan mengandalkan data dari Flight Data Reporder (FDR), serta beberaoa dokumen yang ada.

“Kalau tidak ada CVR kita akan upayakan yang kuta punya, nggak punya apapun kita akan lakukan apapun untuk mencoba melakukan investigasi,” ujar Nurcahyo di aula KNKT Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Meski demikian, Nurcahyo mengakuu bahwa jika CVR tak ditemukan investigasi tidak akan berjalan masksimal. Dengan kata lain tidak bisa diungkap 100 persen.

Akan banyak muncul dugaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Tapi, dugaan tersebut tidak bisa dibuktikan, karena tidak ada bukti otentiknya.

“Akhirnya banyak dugaan-dugaan, jadi kemungkinan ini yang terjadi, ini yang terjadi, tapi tidak bisa pasti dibuktikan karena nggak ada rekamannya,” tegasnya.

Sebelumnya, KNKT memaparkan laporan awal terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dengan nomor penerbangan PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018. Sejumlah kerusakan pun berhasil diidentifikasi dari Flight Data Recorder (FDR).

Ketua Subkomite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa setidaknya burung besi nahas tersebut mengalami 6 masalah sebelum akhirnya berakhir di dasar laut. Masalah itu muncul sejak 4 penerbangan terakhir.

“Dari data perawatan pesawat, sejak tanggal 26 Oktober, tercatat ada enam masalah atau enam gangguan yang tercatat di pesawat ini,” ujar Nurcahyo.

Enam gangguan tersebut meliputi, airspeed and atitude flight atau tidak bisa mengatur kecepatan dan ketinggian pesawat, speed trim fail light, Indicated Airspeed (IAS) dan Altitude (ALT) Disagree atau kegagalan indikator kecepatan dan ketinggian pesawat, maintenance light illuminate after landing, auto trotlle arm disconnect, dan feel diff press light illuminate.

Kerusakan itu muncul bergantian sejak 4 penerbangan Lion Air JT-610 terkahir. Mulai dari penerbangan Tianjin Binhai Cina-Manado, Denpasar-Manado, Manado-Denpasar dan Denpasar-Jakarta.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (sat/JPC)


Close Ads
Jika CVR Tak Ditemukan, Begini Nasib Investigasi Lion Air JT-610