alexametrics
Muda Menginspirasi

Dokter Muda Zaman Now: Sehatkan Indonesia dari Daerah Pelosok

28 Oktober 2017, 07:01:08 WIB

JawaPos.com – Namanya singkat, Haswan. Dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi ini masih terbilang muda, kelahiran Pare-Pare 12 Juni 1989. Sebagai dokter, Haswan lebih terpanggil mengobati dan mengabdi kepada masyarakat di pelosok-pelosok Indonesia.

Sosoknya yang masih muda, tetapi sudah memiliki jiwa mulia patut diacungi jempol. Dibungkus dengan program bakti sosial bersama organisasi kepemudaannya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Haswan rela mengobati anak-anak, ibu-ibu, para lansia di pelosok. Misalnya saja, Lampung, Nunukan, Manado, Gorontalo, hingga Timika di Papua, dan tentunya seluruh pulau Jawa.

Dari mulai mengobati pasien dengan penyakit sederhana seperti batuk pilek, ISPA, atau diare, hingga sunatan masal, pengobatan gratis, hingga penyuluhan atau promotif.

Muda Menginspirasi, Saya Pemuda, Sumpah Pemuda
dr Haswan (Istimewa)

Terjunnya Haswan pada kegiatan sosial itu, justru menjadi kebiasaan yang mengasyikkan bagi Haswan. Mengobati masyarakat di pelosok, baginya justru lebih jujur dan tulus.

“Mengobati sampai pelosok lebih enak karena tak ada sekat, ya. Pasiennya tak perlu malu-malu. Tak dibebani dengan birokrasi yang sulit. Selain akses fasilitas, rata-rata pasien di daerah malas berobat karena akses birokrasi yang sulit juga,” ujar Haswan kepada JawaPos.com.

Pria yang menempuh pendidikan sejak TK hingga SMA di Pare-Pare ini juga sering terlibat mengobati para korban bencana. Menurutnya, sebagai dokter dan putra daerah, ada kalanya kewajiban terpanggil mengabdi untuk daerah.

Sementara pengalamannya saat mengobati pasien di Timika, Mimika, Papua, pada Agustus 2017 adalah pengalaman paling berkesan. Dengan akses paling jauh di timur Indonesia, membuatnya harus menggunakan tenaga ekstra untuk mendatangi pasien.
Sebab akses kesehatan di Papua masih tertinggal, faslilitas masih minim, sulit air bersih, dan keterbatasan lainnya. Medan yang cukup berat, membuat Haswan pun tumbang.

“Pulang dari Papua saya sempat mendapat ‘oleh-oleh’ sakit Demam Berdarah (DBD) dan dua teman saya malaria. Karena memang tren penyakit di sana malaria, itu pertama kali saya diinfus,” katanya tertawa.

Haswan bersama teman-temannya memberikan penyuluhan kesehatan yang sederhana misalnya langkah mencuci tangan yang baik atau bagaimana Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain mengabdi untuk daerah, Haswan juga berpraktik sebagai dokter umum di Klinik Wahyu, Bantar Gebang, Bekasi setiap akhir pekan. Hampir tak ada waktunya tersisa selain untuk pasien.

Haswan berharap semakin banyak dokter yang terpanggil jiwanya untuk mengabdi ke daerah. Jika profesi dokter semakin komersil dan hanya mau di kota, hal itu akan menghalangi cita-cita pemerataan akses kesehatan di seluruh Indonesia.

“Regulasi juga sih yang membuat dokter-dokter sekarang muncul yang punya uang. Itu membuat kesempatan bagi putra-putra daerah berkurang. Kalau pendidikan kedokteran bisa terjangkau, maka tentu tak akan komersil. Sebaliknya, jika sudah berprinsip harus balik modal, maka putra-putra daerah enggan kembali ke daerah,” tukas Haswan.

Haswan mengajak kepada seluruh calon dokter untuk mengacu pada slogan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mereformasi sistem kesehatan. Hal itu akan memperbaiki pelayanan kesehatan ke arah yang semakin baik.

“Reformasi sistem pendidikan kedokteran, reformasi kesehatan. Sudah didengungkan dari beberapa tahun lalu. Pemerintah belum serius garap akses kesehatan. Padahal negara ini bisa maju jika pendidikan dan kesehatannya maju,” ujarnya.

Editor : admin

Reporter : (ika/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Dokter Muda Zaman Now: Sehatkan Indonesia dari Daerah Pelosok