alexametrics

Kemenkes Siapkan 20 Ribu Sandal Gratis untuk Jamaah Haji Indonesia

28 Mei 2018, 03:57:24 WIB

JawaPos.com – Salah satu keluhan yang sering dirasakan jamaah haji di Arab Saudi adalah kaki melepuh akibat kepanasan. Karena itu, tahun ini Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membagikan puluhan ribu sandal kepada para jamaah.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusup Singka pada pembekalan petugas haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin. “Biasanya mereka (para jamaah haji) sandalnya ketinggalan. Bahaya, kakinya bisa terbakar,” kata dr Eka, Minggu (27/5). Rencana awal, ada sekitar 20 ribu sandal yang akan dibeli di Tanah Suci. Semua sandal itu akan dibagi-bagikan secara gratis kepada para jamaah haji. Pembagian dilakukan oleh petugas kesehatan.

Kaki melepuh memang menjadi salah satu penyakit yang sering dialami para jamaah haji. Pasien kaki melepuh itu bisa mudah ditemui di klinik kesehatan yang dikelola petugas haji Arab Saudi.

Selain sandal, petugas juga siap membagikan ribuan payung, masker, dan alat penyemprot air. Semua peralatan tersebut sangat berguna untuk menghadapi cuaca panas di Tanah Suci. Dokter Eka menuturkan, suhu rata-rata di Tanah Suci pada musim haji nanti diperkirakan sekitar 53 derajat celsius. Suhu setinggi itu berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, misalnya heatstroke. Karena itu, dia mengimbau para CJH agar rajin memeriksakan kesehatan sebelum berangkat haji.

”Banyak-banyak latihan jalan kaki, makan makanan bergizi,” terangnya. Selama di Tanah Suci, para jamaah diimbau meninggalkan aktivitas yang tidak bermanfaat. ”Lakukan saja rukun dan sunah haji,” ucapnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Prof Dr Nizar Ali menerangkan, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan tambahan jatah makan. Pada 2016, mereka hanya mendapatkan jatah makan 24 kali. Setahun kemudian jumlah itu bertambah menjadi 25 kali. Tahun ini, jatah makan mereka menjadi 40 kali. ”Bertambah 15 kali dari jumlah sebelumnya,” kata Nizar Ali, Minggu (27/5). Meski demikian, dia mengatakan bahwa jumlah tersebut masih kurang. Idealnya, para jamaah mendapat jatah makan 50 kali. Namun, distribusi makanan mengalami kendala karena kondisi Makkah sudah padat. Kendaraan yang membawa makanan sulit masuk. ”Kalau dipaksakan, makanan akan basi, kan mubazir,” terangnya. Sebetulnya, kata dia, hal itu bisa disiasati dengan menyediakan lauk yang lebih bertahan lama, misalnya rendang. Namun, wacana tersebut akan dibicarakan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.

Makanan yang akan dibagikan kepada para jamaah, menurut Nizar Ali, memiliki cita rasa Indonesia. Karena itu, Kemenag menggandeng koki asal Indonesia dari sekolah pariwisata jurusan tata boga. Kemenag sebenarnya ingin agar sebagian bumbu didatangkan dari Indonesia. Namun, kata dia, asosiasi bumbu di dalam negeri belum siap.

Secara keseluruhan, kemenag menyebut bahwa persiapan haji hampir final. Mereka juga yakin indeks kepuasan jamaah yang tahun ini ditarget 85 persen bakal tercapai. ”Indeks kepuasan tahun ini harus melebihi tahun sebelumnya yang 84,85 persen. Kan tinggal menambah 0,15 persen saja,” jelasnya. Dari tahun ke tahun, jelas dia, hasil survei indeks kepuasan pelayanan haji terus meningkat. Pada 2014, misalnya, mencapai 81,52 persen. Setahun berikutnya mencapai 82,67. Lalu, pada 2016 mencapai 83,83.

Untuk mencapai target tersebut, berbagai perbaikan layanan dilakukan. Salah satunya adalah menyediakan penginapan yang dekat dengan Masjid Nabawi. Lokasinya di wilayah Markaziyah, yang merupakan zona terdekat dengan Masjid Nabawi. “Tahun ini seluruh jamaah haji menginap di dalam Markaziyah,” ujar Nizar Ali. Markaziyah merupakan area terdekat yang mengelilingi Masjid Nabawi di Madinah. Jarak titik terluar Markaziyah dari Masjid Nabawi sekitar 650 meter.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (oni)


Close Ads
Kemenkes Siapkan 20 Ribu Sandal Gratis untuk Jamaah Haji Indonesia