alexametrics

Kisah Getir Sang Kepala Sekolah di Desa: Seberangi 2 Sungai dan Hutan

27 November 2017, 06:59:58 WIB

JawaPos.com – Di kota, jabatan kepala sekolah merupakan sebuah kebanggaan dan disertai penampilan yang cukup wah. Lain halnya potret guru di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Tegal, Jawa Tengah. Seorang guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah harus menjalani hidup cukup getir dalam kesehariannya.

Makmuri, Kepala SD Wotgalih 3, Kecamatan Jatinegara, Tegal agar bisa mengajar siswanya di harus menyeberangi dua sungai besar dan menelusuri hutan sejauh jalan kaki. Semua itu ditempuh dengan jalan kaki.

Kendati dari rumah menggunakan sepeda motor, Makmuri tidak bisa langsung sampai di sekolah. Sebab, kondisi jalan terputus oleh aliran sungai besar. Alhasil, motor kesayangannya itu terpaksa ditinggal di tepi sungai. Perjalanan ke sekolah pun dilanjutkan dengan berjalan kaki dan menyeberangi Sungai Rambut.

seberangi sungai, sekolah di desa
Ilustrasi (Alan Rusandi/Kaltim Post)

Sepatunya yang sudah disemir dari rumah harus dilepas. Setelah menyeberang sungai, dia berjalan melewati hutan sejauh sekitar 2 kilometer. Tentu saja, jalannya tidak semulus di Kota Slawi. Dia harus berhati-hati karena bisa terpeleset dan jatuh di jalan yang berlumpur. Lolos dari rintangan itu, Makmuri harus menyeberangi kali lagi, yakni Sungai Lohgeni.

“Kalau arus sungai meluap, sering kali saya harus menunggu berjam-jam hingga air surut. Tapi, kalau tidak surut juga, ya saya pulang,” tutur pria 52 tahun itu.

Jumlah siswa di sekolah yang dipimpinnya tersebut hanya 34 anak. Jumlah gurunya 10 orang. “Semoga pemerintah membangun jembatan dan memperbaiki infrastruktur jalan untuk menuju sekolah kami,” pungkasnya.

Editor : admin

Reporter : (yerry/fat/c7/ami/ce1)



Close Ads
Kisah Getir Sang Kepala Sekolah di Desa: Seberangi 2 Sungai dan Hutan