alexametrics

Menteri Ristek Dikti Sindir 4 Pimpinan Kampus

25 November 2015, 23:56:00 WIB

JawaPos.com- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir mengingatkan besarnya tantangan Indonesia.

Salah satu tantangan adalah pemberlakuan kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan ASEAN Community, terutama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Pimpinan perguruan tinggi harus mampu mengemban tugas memajukan pendidikan tinggi mulai dari dosen, mahasiswa maupun penelitian," tandas  Menteri‎ Nasir di gedung Dikti lantai II, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (25/11)

Mantan Rektor Universitas Diponogoro (Undip) itu meminta para  pimpinan perguruan tinggi mengawal kesiapan daerah menghadapi era persaingan bebas di kawasan ASEAN (MEA).

"Artinya para rektor menjalankan tugas rutin namun keluar dari kebiasaan (out of box) dengan memperhatikan dan menjalankan tata kelola manajemen yang baik," jelas Nasir usai melantik empat  rektor.

Rektor yang dilantik adalah ‎Rektor Universitas Lampung (Unila) Hasriadi Mat Akin, Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaff, Rektor Universitas Andalas (Unand) Tafdil Husni dan Direktur Politeknik Ambon MV Putuhena.

Nasir memesan para  pimpinan kampus supaya bisa meningkatkan tradisi akademik dengan memanfaatkan laboratorium.  
Bahkan, Nasir menyentil penelitian dan publikasi perguruan tinggi yang masih tertinggal jauh dibanding negara lain.

"Tingkatkan produktivitas penelitian dan publikasi yang berkualitas, baik melalui joint research maupun riset mandiri," pungkasnya.

Rektor Unila Hasriadi mengaku telah siap menghadapi pasar bebas ASEAN dengan melakukan pembenahan kurikulum maupun lainnya.

"Yang jelas kami siap, nanti akan kami lakukan identifikasi dan melihat apa saja yang dibutuhkan‎ untuk MEA,' ucapnya.(hyt/JPG)

Editor : idham

Saksikan video menarik berikut ini:

Menteri Ristek Dikti Sindir 4 Pimpinan Kampus