alexametrics

Resmikan Dua Bandara di Kaltim, Jokowi Ingin Buka Kantong Ekonomi Baru

25 Oktober 2018, 12:06:53 WIB

JawaPos.com – Akses transportasi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mudah. Hal itu menyusul diresmikannya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, dan Bandara Maratua, Berau, oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (25/10).

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah terus membuka bandara di berbagai daerah. Di samping untuk meningkatkan konektivitas, hal itu dilakukan untuk membuka kantong ekonomi baru di luar Jawa.

“Ini bukan untuk gagah-gagahan, keren-kerenan. Tapi, mobilitas orang dan barang sangat penting sekali,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Resmikan Dua Bandara di Kaltim, Jokowi Ingin Buka Kantong Ekonomi Baru
Selain untuk meningkatkan konektivitas, pembukaan bandara juga diharapkan dapat memicu pertumbuhan kantong ekonomi baru di luar Jawa. (Folly Akbar/Jawa Pos)

Usai Bandara APT Pranoto ini beroperasi, Jokowi memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk segera membuka rute perjalanan Samarinda-Jakarta dan Samarinda-Surabaya dalam waktu dua pekan.

“Terserah maskapainya apa,” imbuhnya.

Khusus untuk Bandara Maratua, Jokowi berharap dibukanya bandara ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Berau, Kalimantan Timur. “Kita harapkan dengan hadirnya airport di Berau, turis yang datang ke sana akan semakin banyak,” tuturnya.

Sebagai informasi, Bandara Maratua, Berau, memiliki landasan pacu berukuran 1.600 meter x 30 meter (m), taxiway dengan ukuran 75 m x 15 m, dan apron 70 m x 100 m. Sehingga pesawat jenis ATR 72 dapat dilayani dengan baik di bandara ini.

Sementara untuk fasilitas sisi darat sudah tersedia gedung terminal seluas 750 meter persegi, gedung PK-PPK seluas 108 meter persegi, gedung genset seluas 96 meter persegi, kantor seluas 50 meter persegi, dan gedung operasi 6 lantai dengan ukuran 5 m x 4 m. Selain itu, dua unit perangkat sinar-X (X-ray), dan jalan akses ke bandara sepanjang 60 x 8 m pun tersedia.

Sedangkan Bandara APT Pranoto merupakan pengganti Bandara Temindung yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi. Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250 m x 45 m, taxiway berukuran 173 m x 23 m, dan apron 300 m x 123 m. Bandara APT Pranoto mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER.

Adapun di sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 meter persegi dengan kapasitas 1,5 juta penumpang (pax) per tahun, serta gedung hanggar seluas 36.342 meter persegi.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (far/ce1/JPC)


Close Ads
Resmikan Dua Bandara di Kaltim, Jokowi Ingin Buka Kantong Ekonomi Baru