alexametrics

Fornas: NU-Muhammadiyah Mitra Strategis Jaga Kebhinekaan

25 Oktober 2018, 10:10:54 WIB

JawaPos.com – Proses demokratisasi yang semakin matang di Indonesia mendapat pengakuan dunia internasional. Ya, Indonesia didaulat menjadi negara nomor 4 paling demokratis di dunia.

Salah satu indikatornya terlihat dari bagaimana masyarakat, menjaga kondusifitas dalam gelaran pesta demokrasi. Pilkada, Pileg, maupun Pilpres.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Forum Nasional (Fornas) Bhineka Tunggal Ika, Syaiful Rohim. “Bahwa hajatan pemilihan presiden dan pileg merupakan siklus politik 5 tahun sekali sebagai proses estafet dan regenerasi kepemimpinan nasional,” ujar dia melalui siaran persnya kepada JawaPos.com, Kamis (25/10).

Syaiful mengatakan, dalam konteks Pemilu, kepetingan utama masyarakat sebagai bangsa adalah mengedepankan persatuan dan kesatuan.

“Karena prinsip persatuan dan kesatuan Indonesia adalah prinsip keutamaan di atas landasan apapun dalam berbangsa dan bernegara,” jelas Syaiful.

Dijelaskan Syaiful, berbagai macam isu dan wacana yang menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini selalu dan bahkan menjadi agenda politik. Tujuannya untuk dijadikan bahan utama dalam membingkai narasi pada arus utama, walau agenda tersebut sarat dengan kepentingan politik tertentu.

“Bahwa saat ini ada upaya dari sekelompok kepentingan yang terkesan merupakan upaya mendeskriditkan Banser NU dalam kasus pembakaran bendera. Maka Fornas Bhinneka Tunggal Ika tetap mengedepankan prinsip praduga tidak bersalah,” beber dia.

Hal senada diungkapkan Sekjen Fornas Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman. Taufan memaparkan bahwa organisasinya tetap konsisten memandang bahwa NU maupun Muhammadiyah adalah mitra strategis.

“Terutama dalam mengupayakan serta memperjuangkan Indonesia yang toleran, inklusif dan menjunjung tinggi keragaman dalam menuju Indonesia yang berkemajuan,” ungkapnya.

Fornas, kata Taufan, mendukung segala upaya yg dilakukan oleh Pimpinan GP Ansor, aparat keamanan dalam melakukan upaya penyelesaian berbasis pendekatan hukum.

“Kami akan terus bersama-sama NU untuk melawan segala bentuk organisasi maupun tindakan tindakan radikalisme atas nama apapun. Tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk Indonesia yang sejuk, damai dan kondusif,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (yes/JPC)


Close Ads
Fornas: NU-Muhammadiyah Mitra Strategis Jaga Kebhinekaan