alexametrics

Bantu Atasi Macet, Bos Jasa Marga: Jangan Isi E-Toll Rp 100 Ribu

25 Mei 2019, 02:13:36 WIB

JawaPos.com – Calon pemudik yang akan memilih jalur darat via tol untuk menuju kampung halaman, diimbau untuk mengisi ulang kartu saldo E-Toll untuk membayar tol dengan cukup. Hal tersebut harus dilakukan untuk mengurangi kepadatan antrean di gerbang tol akibat pengisian ulang E-Toll yang cenderung memakan waktu.

Kebiasaan mengisi E-Toll pas-pasan dikatakan Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol (ATI) Desi Arryani yang juga Direktur Utama Jasa Marga dapat menghambat arus lalu lintas. “E-Toll maksimalnya sudah Rp 2 juta. Jadi tolong tinggalkan kebiasaan isi Rp 100 ribu. Kalau kekurangan saldo, bapak ibu memberikan kontribusi kemacetan yang luar biasa,” ungkapnya di konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Dirinya lebih jauh menjelaskan, saat ini jalan tol sudah tersambung dengan sangat panjang. Misalnya saja untuk tol Jakarta menuju Surabaya atau Probolinggo. Saldo sebanyak Rp 2 juta dikatakannya sudah cukup untuk bolak-balik Jakarta – Surabaya atau Probolinggo. Maka dari itu dia menyarankan agar meninggalkan kebiasaan mengisi e-toll hanya Rp 100 ribu layaknya rute yang pendek.

Bantu Atasi Macet, Bos Jasa Marga: Jangan Isi E-Toll Rp 100 Ribu
Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol (ATI) Desi Arryani yang juga Direktur Utama Jasa Marga (kedua kanan) di konferensi pers di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (24/5). (Rian Alfianto/JawaPos.com)

“Bayangkan, dulu saat hanya memberikan kembalian saja sudah antre. Apalagi isinE-Toll yang pakai ngobrol, top-up dan lain-lain. Bayangkan sedikit saja gangguan itu, berapa banyak antrean yang sudah dibuat gara-gara isi E-Toll. Kita kan tidak mau menyusahkan diri kita dan orang lain, jadi tolong itu disiapkan betul,” ujar Desi.

Selain perkara E-Toll, hal lain yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi mudik lebaran via jalur tol adalah bahan bakar. Pemudik menurutnya untuk urusan bahan bakar jika tak cermat juga berpotensi menyumbang kemacetan. Hal tersebut lantaran terbatasnya kapasitas tempat istirahat atau rest area yang juga terdapat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Jadi kami minta, sebelum mudik pastikan isi penuh dulu mobilnya. Misalnya sudah sampai setengah jalan, nanti tinggal nambah lagi setengah atau bisa dilanjut tanpa perlu mengisi bahan bakar. Karena kendaraan yang mengisi itu kan terbatas jatah BBM-nya, terbatas juga tempatnya,” tukasnya.

Pemudik juga diminta untuk tidak memaksa masuk tempat istirahat jika sudah penuh. Hal tersebut jika dipaksakan dengan berhenti di luar tempat istirahat atau badan jalan, maka pemudik juga telah berpotensi menyumbang kemacetan.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads