alexametrics

Sama-sama Macet, Begini Beda “Mudik” Natal dengan Lebaran

24 Desember 2017, 10:55:03 WIB

JawaPos.com – Tidak jauh berbeda dengan lebaran Idul Fitri, hari libur natal juga menimbulkan kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Baik jalan arteri maupun jalan tol. Hanya saja kemacetan di waktu lebaran lebih dipicu pengendara ke kampung halaman.

Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menuturkan, secara umum ada perbedaan antara arus “mudik” Lebaran dan Natal. Meski, keduanya sama-sama berimbas pada kepadatan kendaraan di ruas tol meninggalkan Jakarta.

Djoko menyatakan, pada mudik Lebaran, tujuan utamanya adalah kampung halaman. Sementara itu, saat mudik Natal dan tahun baru, konsentrasinya tidak semuanya pulang kampung. “Ini berwisata. Tujuannya beda,” jelasnya.

liburan natal, tol macet, kemacetan jalan tol, mudik natal
Kemacetan di Jalan tol Cikampek Utama saat liburan natal (RAKA DENNY/JAWAPOS)

Dia mengatakan, kepadatan lalu lintas ke luar Jakarta akan berjalan cukup panjang mulai Kamis (21/12) hingga saat kembali masuk kerja awal 2018. Terkait kemacetan di ruas tol, Djoko menyebut suatu kewajaran. Sebab, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta tinggi. “Cikampek itu pasti macet,” jelasnya.

Perbedaan lain yang tampak antara mudik Lebaran dan Natal/tahun baru adalah keberadaan pengguna motor. Menurut Djoko, saat momentum libur Natal dan tahun baru, pengguna motor tidak sebanyak saat mudik Lebaran.

Selain itu, dia mengatakan, saat momentum libur akhir tahun ini, ekonomi bergerak. Dia menjelaskan, pergerakan manusia tidak hanya ke luar Jakarta. Tetapi, dari kota-kota besar lainnya juga ada yang masuk ke Jakarta. Misalnya, ada warga Surabaya, Semarang, Jogjakarta, yang berlibur ke Jakarta.

Sementara itu, gerbang tol Cikarang Utama (Cikarut) sempat terjadi kemacetan lumayan parah, tapi segera terurai. Gerbang tol Cikarut menjadi satu-satunya ruas yang mengalami kemacetan lumayan parah dalam momen menjelang Nataru kali ini.

Kemacetan terdeteksi hampir menyentuh 3 kilometer (km) Tidak sampai diperlukan menggratiskan pembayaran tol. “Sampai pukul 18.00 sudah normal, malah kosong di Cikarang Utama,” kata Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin kemarin (23/12).

Selain di gerbang tol Cikarut, titik kemacetan terjadi di beberapa rest area sepanjang ruas tol Jakarta-Cikampek. Kondisi itu terjadi karena pengendara yang ingin beristirahat lebih banyak daripada kapasitas. Akhirnya, dilakukan sistem buka tutup di sejumlah rest area. “Sistem buka tutup ini membuat alur lalu lintas lebih lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Kakorlantas Irjen Royke Lumowa menyatakan, kondisi di Brexit sangat lancar. Kemacetan hanya terjadi sepanjang 1 km, tidak lebih. Sama sekali tidak dilakukan pengalihan arus ke jalur pantura. “Aman di (ruas) tol ini,” ujarnya.

Sempat terjadi kepadatan sepanjang 10 km di Pekalongan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi. Kendaraan hanya bisa melaju pada kecepatan 13 km per jam. “Terjadi beberapa jam ya,” katanya.

Pada pukul 03.00 kepadatan itu mulai mencair. Kendaraan bisa melaju dengan kecepatan 45 km per jam. “Kepadatan ini akibat volume sekaligus terdapat bottleneck atau penyempitan jalan,” terang Royke.

Benyamin menambahkan, sebenarnya bottleneck di Pekalongan itu terjadi karena ada acara yang digelar di sana. Acara sebuah pengajian di kota tersebut. “Namun, semua sudah lancar kok,” ujarnya. 

Editor : admin

Reporter : (idr/wan/c9/c10/ang)



Close Ads
Sama-sama Macet, Begini Beda "Mudik" Natal dengan Lebaran