alexametrics

Evakuasi KM Sinar Bangun: Panglima TNI, KSAL, dan Kapolri Turun Gunung

22 Juni 2018, 11:11:05 WIB

JawaPos.com – Tidak banyak kemajuan dalam pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin lalu (18/6). Pada pencarian hari keempat kemarin (21/6), tidak ditemukan satu pun korban.

Puluhan orang yang kehilangan anggota keluarga kemarin berkumpul di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, dan Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Itu adalah jurusan kapal nahas tersebut. Mereka menunggu hasil pencarian tim gabungan.

Untuk memberikan dukungan moral, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan sejumlah pejabat tinggi lain kemarin datang ke Pelabuhan Tigaras. Mereka berjanji melakukan pencarian sampai tuntas. Total, 189 korban belum ditemukan.

Evakuasi KM Sinar Bangun: Panglima TNI, KSAL, dan Kapolri Turun Gunung
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Charlie/indopos/Jawa Pos Group)

Sampai Rabu (20/6), telah ditemukan 22 korban. Dari jumlah tersebut, 18 korban selamat, sedangkan sisanya (4 orang) meninggal dunia.

“Basarnas dan kepolisian akan melakukan pencarian sesuai dengan SOP (standard operating procedure, Red),” papar Hadi.

Bukan hanya korban yang sulit dicari, bangkai KM Sinar Bangun pun sampai kemarin belum berhasil ditemukan. Untuk membantu pencarian, TNI mengerahkan alat khusus milik TNI-AL. “Alat tersebut akan didatangkan dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI-AL di Jakarta,” ucap Hadi.

Selain itu, hari ini bakal didatangkan satu pesawat dan helikopter dari Basarnas. Diharapkan, pencarian korban lebih maksimal. “Untuk menyisir setiap sudut atau pantai di Danau Toba ini,” tandasnya.

Peralatan dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI-AL dikerahkan agar jangkauan pencarian di dalam air bisa lebih dalam. Sejauh ini, penyelam yang dikerahkan tim SAR hanya bisa menyelam sampai kedalaman 50 meter. Padahal, kedalaman Danau Toba sampai 500 meter.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan bahwa upaya evakuasi korban hilang bisa dilakukan dengan metode jaring apabila posisi target sudah diketahui. Itu sangat mungkin dilakukan apabila alat dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI-AL sudah dikerahkan.

Berdasar keterangan korban selamat yang ditemui panglima di rumah sakit, KM Sinar Bangun tenggelam dalam waktu singkat. “Kapal oleng ke kanan dan begitu cepat kapal itu tenggelam,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (syn/tau/c11/ang)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Evakuasi KM Sinar Bangun: Panglima TNI, KSAL, dan Kapolri Turun Gunung