dr Agi Harliani Soehardjo MBiomed Menekuni Tai Chi

22 Januari 2023, 13:48:21 WIB

Sejak muda, hobinya bergerak. Tentu, tak enak rasanya jika di usia senja hanya berdiam diri. Dulu hiking dan olahraga yang membutuhkan ketangguhan seperti maraton jadi kegemarannya. Kini pilihannya jatuh pada tai chi.

SAYA mengenal tai chi di Surabaya saat anak saya yang pertama berlatih dan menjadi atlet tai chi,” ungkap dr Agi Harliani Soehardjo MBiomed. Agi baru menekuni latihan fisik asal Tiongkok itu saat pandemi dua tahun lalu. Dia berlatih di dua sampai tiga tempat sesuai ketersediaan waktu. Sebab, dia juga punya rutinitas sebagai pengajar tenaga paramedis bidang transfusi di RSUD dr Soetomo.

Agi menuturkan, setelah melakoni tai chi, badan terasa segar. ”Pegal-pegal hilang karena banyak gerakan peregangan. Ditambah senang bertemu banyak teman. Berteman itu kan sehat, gerakannya juga sehat,” ungkap konsultan pembentukan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUD dr Soetomo tersebut.

Tai chi bisa dilakukan sejak masih belia ataupun menjelang lansia. Namun, idealnya dimulai sebelum lansia. Sebab, semakin menua, semakin tinggi risiko terjatuh. Berlatih tai chi membantu menjaga keseimbangan. ”Misalnya, memasang kaus kaki. Dulu saya pakainya sambil duduk, tapi di usia yang sekarang, saya bisa memakainya sambil berdiri,” tutur perempuan yang tahun ini genap kepala enam tersebut.

Tai chi memiliki banyak variasi gerakan dalam tempo yang lambat. Di usia yang tak lagi muda, menghafal gerakan bukan perkara gampang. Namun, hal itu bisa diatasi asal memperhatikan laoshi atau pelatih. Hanya, pendalamannya perlu waktu.

”Karena saya untuk bina kesehatan, bukan atlet. Jadi, gerakannya dasar, 8, 16, 24 gerakan gitu. Itu cukup karena bukan untuk lomba. Anak saya mungkin hafal semua gerakan karena untuk standar lomba,” jelas ibu dua anak itu.

Tak hanya bagus untuk kesehatan fisik. Tai chi juga bisa jadi alternatif untuk mengurangi stres. Sebab, stretching yang dilakukan sebelum latihan mampu mengurangi ketegangan otot. Di samping itu, dibantu dengan latihan pernapasan sehingga sirkulasinya lebih baik.

”Di tai chi kita juga melatih pikiran, jadi fokus. Rata-rata orang yang berlatih tai chi kelihatan lebih awet muda. Salah satunya karena stresnya bisa dikontrol tadi,” ujar laoshi Chandra Lo, pelatih di Chen Style Taijiquan Practical Method.

Agi concern pada kesehatan. Karena itu, Agi menggabungkan ilmunya di bidang kesehatan dengan pengetahuan yang dia punya tentang tai chi. Bersama sang anak, Agi mendirikan Ufuk Fajar untuk menggiatkan edukasi masyarakat. Ufuk Fajar menjadi sarana baginya untuk berbagi ilmu. Salah satunya terkait bantuan hidup dasar untuk awam dan penyandang disabilitas.

’’Kami baru mulai April tahun lalu. Rencana tahun ini ada kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan untuk siswa SMA di sekolah luar biasa. Karena ketika siswa akan lulus, punya sertifikasi tentang bantuan hidup dasar akan menjadi nilai tambah bagi mereka,” bebernya.

Dia juga mulai menyosialisasikan tai chi kepada penyandang disabilitas. ”Misi kita ke depan, semoga bisa terbentuk atlet disabilitas untuk tai chi. Kita kasih stimulus supaya mereka berkembang,” lanjutnya.

Saat tidak sedang bekerja atau berlatih tai chi, Agi menghabiskan waktunya untuk quality time bersama keluarga. Bagi dia, karier nomor satu adalah menjadi ibu rumah tangga. Sebisanya dia ikut terlibat berkegiatan bersama putra-putrinya. ”Ufuk Fajar ini sebenarnya juga bentuk kebersamaan dengan anak-anak, sarana mereka mengembangkan diri,” tambahnya.

Hidup sehat merupakan investasi untuk masa tua. Kepada anak-anak muda, Agi berpesan untuk mulai memilih dan menekuni olahraga yang disukai. Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru seperti tai chi. ”Suatu saat masa muda itu akan lewat, baru terasanya nanti. Coba saja dulu, kalau enjoy bisa ditekuni,” tandasnya.

KONSISTEN: Dokter Agi Harliani berlatih tai chi di halaman Vihara Buddhayana Surabaya, Sabtu (21/1). (Frizal/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : lai/c7/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads