alexametrics

Kutuk Teror Bom di Sri Lanka

21 April 2019, 23:06:16 WIB

JawaPos.com – Dunia dikejutkan lagi dengan aksi teror. Kali ini terjadi di Sri Lanka, Minggu (21/4). Teror yang terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Kolombo, ibu kota Sri Lanka itu menewaskan sedikitnya 138 orang dan 400 orang terluka.

Perbuatan biadab itu mendapat kutukan dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia. “Kami mengutuk keras tindakan keji, biadab, dan tidak berperikemanusiaan saat umat Nasrani tengah merayakan Paskah,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Minggu (21/40).

Atas peristiwa nahas itu, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa turut duka cita mendalam. Dia meminta masyarakat Indonesia memanjatkan doa , agar untuk korban kepada yang meninggal semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Bagi korban luka semoga cepat sembuh dan kembali dapat beraktivitas.

Menurut pria yang biasa disapa GusYaqut itu, teror bom tersebut telah merobek peradaban manusia. Atas nama dan agama apa pun tindakan pengeboman terhadap tempat ibadah/gereja dan umat yang sedang merayakan Paskah sudah mencoreng nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (Dpk. JawaPos.com)

“Ansor yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan seperti tertuang dalam tiga konsep ukhuwah, yakni Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariah untuk menciptakan peradaban yang damai dan saling percaya antarsesama manusia, mengajak seluruh agama, umat manusia untuk bersama-sama menolak tindakan radikalisme dan terorisme yang mengorbankan nyawa manusia atas nama agama, politik, etnis, suku maupun ras,” tandasnya.

GP Ansor menyerukan kepada semua pemimpin agama dan pemimpin politik di dunia untuk mengakhiri semua bentuk kekerasan dalam upaya melakukan ‘klaim kebenaran’ atau pun ‘menggunakan segala cara’ dalam mencapai tujuan politik. “Kami juga mengajak semua untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Di sisi lain, Yaqut meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia segala lapisan baik agama, golongan, kelompok untuk selalu menjaga kerukunan sesama warga bangsa, serta menjaga Indonesia tetap damai, kondusif, dan aman.

Editor : Ilham Safutra



Close Ads