alexametrics

Majelis Ulama Aceh Tolak Vaksin MR, Kiai Ma’ruf: Dia Punya Dua Baju

18 September 2018, 22:45:59 WIB

JawaPos.com – Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengungkap sikap tidak konsistennya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Pasalnya, di satu sisi mereka merupakan bagian dari MUI, tetapi fatwa yang dikeluarkan berbeda, terutama terkait boleh atau tidaknya vaksin imunisasi measles-rubella (campak dan rubela/MR).

“MPU itu sebenarnya MUI Aceh, kerena Aceh itu punya Undang-Undang Nangroe Aceh Darussalam, dia pakai nama MPU. Kalau di Aceh dia MPU, kalau kumpul sama MUI dia jadi MUI. Dia punya dua baju, baju MUI dan baju MPU,” ujar Kiai Ma’ruf dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Karena itu, Kiai Ma’ruf merasa heran lantaran keputusan MPU Aceh yang menolak vaksin MR. Sebab fatwa itu tidak sesuai dengan Fatwa MUI 33/2018. Karenanya, cawapres Joko Widodo (Jokowi) dirinya akan mengirim tim untuk berdiskusi bersama mereka.

“Kita akan ajak berdiskusi MPU Aceh, agar kita tahu  alasan mereka menolak itu apa. Nanti Komisi Fatwa kita kalau perlu kita kirim ke Aceh. Saya yakin nggak lama lagi ini akan selesai,” tegas Ma’ruf.

Lebih lanjut, Kiai Ma’ruf juga mengatakan, masyarakat yang masih menolak vaksin berarti termasuk kelompok yang tidak percaya akan bahaya. Seperti yang diketahui, penyakit campak dan rubella sudah darurat di Indonesia.

“Orang yang tidak mau (imunisasi) itu tidak percaya, dia tidak merasa ada bahaya. Dikasih tahu ada bahaya tidak percaya. Ini memang harus ada upaya meyakinkan bahwa ada bahaya,” tuturnya.

Cawapres pasangan petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 itu mengakui keterlambatan terbitnya fatwa yang bertepatan dengan proses imunisasi. Sehingga, di antara masyarakat masih ada yang beranggapan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

“Mereka ragu terhadap vaksin, dan memang karena fatwanya baru 2018, selama 2016-2018 ini mereka masih menunggu fatwa MUI apakah vaksin itu haram atau tidak, atau walaupun haram itu boleh akrena darurat. Baru 2018 kita keluarkan fatwa setelah setelah diproses Kemenkes,” terang dia.

Begitu pula saat ini, dia meyakini masih ada orang tua yang tidak yakin untuk melakukan imunisasi bagi anak-anaknya. Maka, dia mendorong MUI daerah, khususnya MPU Aceh membantu realisasi program nasional tersebut.

“Ini harus betul-betul kerja keras untuk bisa sampai dan dipahami oleh masyarakat. Apakah yakin bisa melunakkan MPU, saya yakin,” pungkas Ma’ruf.

Adapun target dari cakupan imunisasi MR di Indonesia semula sebesar 95 persen kini baru terealisasi kurang lebih 40 persen. Berdasarkan data KSP per 10 September 2018, provinsi dengan cakupan imunisasi MR terendah, yakni Aceh dengan jumlah anak terimunisasi 106.408 atau hanya 6,88 persen.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Majelis Ulama Aceh Tolak Vaksin MR, Kiai Ma’ruf: Dia Punya Dua Baju