alexametrics

Mendekam di Penjara, Napi di Rutan Bingung Coblos Caleg

17 April 2019, 13:54:08 WIB

JawaPos.com – Pesta demokrasi diikuti dengan gegap gempita oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Tempat pemungutan suara (TPS) relatif ramai dengan pemilih. Termasuk di TPS khusus, seperti di lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah tahanan (rutan), rumah sakit, dan sebagainya.

Antusias serupa juga terlihat di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur. Warga binaan setempat terlihat antusias mengikuti proses pencoblosan pemilu 2019. Mereka berduyun-duyun mendatangi TPS.

Di Rutan Cipinang terdapat 7 TPS untuk 1.110 pemilih yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb). Masing-masing TPS menampung maksimal 300 pemilih.

Teguh, 43, salah seorang warga binaan mengaku senang bisa menyalurkan hak pilihnya. Namun, dia mengaku kesulitan memilih caleg karena minimnya informasi yang didapat. Minimnya informasi mungkin dipicu Teguh masih menjalani masa hukuman di rutan sehingga dia tidak mendapat informasi sosok caleg yang pantas dicoblos.

“Ya senang bisa milih Presiden. Kalau caleg kagak ngarti saya,” di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (17/4).

Sementara itu, pemilih lain di TPS 168, Yandri sampai datang lebih awal untuk mencoblos. Dia mengatakan sangat antusias dengan Pemilu 2019.

Namun, Yandri pun menghadapi situasi sama, yaitu kesulitan menentukan pilihan di pileg. Meski begitu dia menyimpan harapan siapapun yang terpilih bisa banyak berkontribusi untuk pengembangan Rutan Cipinang.

“Semoga nanti saat terpilih bisa membesarkan rutan ini. Ini over kapasitas,” ujar Yandri.

Di tempat sama, Kepala Rutan Cipinang Oga G Darmawan menyebut, di tempatnya bertugas terdapat 4.300 penghuni. Mereka terdiri atas warga binaan dan tahanan. Sementara penghuni Rutan Cipinang yang mendapat hak pilih sebanyak 1.110 orang.

“Namanya Rutan kan berbeda dengan Lapas. Kalau di sini kan masih proses sidang, penyidikan, ada yang baru ditangkap kemarin sore,” jelas Oga.

Begitu pula dengan Dirjen PAS Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami. Dia mengatakan, pihaknya sudah berupaya keras untuk mengupayakan hak suara para warga binaan. Namun, tidak bisa dihindari ada pemilih yang tidak bisa masuk DPTb.

“Ada yang nomor NI KTP-nya sudah lupa sedangkan menghubungi keluarganya tidak mudah. Jadi hal seperti ini yang terus kami lakukan, sampai tadi malam berjuang untuk bisa memberikan layanan sebaik-baiknya kepada seluruh saudara-saudara kami yang ada di dalam,” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads