alexametrics

Pakar Komunikasi Beberkan Alasan Kabar Hoax Cepat Berkembang

17 Januari 2017, 11:26:51 WIB

JawaPos.com – Berita bohong alias hoax semakin merajalela di dunia maya. Dalam sekejap, topik tipuan yang dibuat bisa menjadi viral di media sosial.

Menurut pakar komunikasi Effendi Gazali, ada tigal hal yang membuat hoax begitu berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. “Ini sepertinya nggak bisa dielakkan, munculnya media baru di zaman teknologi. Indonesia, Filipina, dan Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak berita bohong tersebut,” kata Effendi Gazali kepada JawaPos.com di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (16/1).

“Seperti di Amerika Serikat jelang pemilihan presiden, Donald Trump punya 113 kebohongan,” imbuhnya.

Faktor kedua yang menjadikan hoax begitu viral menurut pria tamatan Radboud Nijmegen University, Belanda, itu adalah belum adanya kepastian hukum yang mengatur masalah tersebut. Hingga saat ini, aturan hukum selalu terlambat membatasi ruang gerak pelaku pembuat atau penyebar hoax. “Hukum terlambat mengaturnya,” jelas Effendi Gazali.

Poin ketiga yang disebutkan pria asal Padang, Sumatera Barat itu sebagai masalah yang menyebabkan hoax beredar luas adalah kurangnya literasi pengguna media sosial. Menurutnya, pengguna seharusnya mengutamakan komunikasi dua arah dalam bermedia sosial. Sehingga hoax yang tersebar bisa dilawan dengan cara membalas dengan informasi sebenarnya. “Harusnya media sosial dua arah, cenderung ngobrol,” ucapnya.

Oleh sebab itu Effendi Gazali mengajak masyarakat terutama netizen untuk pintar memakai media sosial. Sehingga hoax bisa diminimalisir bahkan disingkirkan. “Kita harus kritis, cari sumber berita yang kredibel atau pembandingnya,” tutupnya. (ded/JPG)

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads
Pakar Komunikasi Beberkan Alasan Kabar Hoax Cepat Berkembang