alexametrics

Pahlawan Piala Uber 1975 Dapat Penghargaan Atlet Veteran 2019

16 Mei 2019, 16:57:11 WIB

JawaPos.com – Tahun 1975 merupakan tahun yang bersejarah untuk bulu tangkis Indonesia. Saat itu, Indonesia untuk pertama kalinya merengkuh gelar juara Piala Uber. Tati Sumirah adalah salah satu dari deretan Srikandi Merah Putih yang sukses membawa pulang piala turnamen beregu putri dunia tersebut.

Bersama nama-nama besar lain seperti Minarni Soedaryanto, Imelda Wiguna, Regina Masli, Theresia Widiastuti dan Utami Dewi, Tati sukses naik ke podium tertinggi setelah mereka menghempaskan Jepang dengan skor 5-2.

Meski sudah genap berusia 67 tahun pada 9 Februari kemarin, Tati masih ingat betul kenangan indah tersebut. Memori manis ketika semua koleganya bersorak kegirangan dan mengejarnya hingga ruang ganti pun masih terekam jelas di benaknya.

“Piala Uber 1975 begitu berkesan buat saya. Karena ketika saya menang, teman-teman langsung mengejar ke lapangan, mereka mau kasih kejutan. Padahal saya bukan orang yang biasa dengan kejutan seperti itu. Saking senangnya, mereka kejar saya sampai ruang ganti, dan di dalam sana kita sampai berdesak-desakan,” kenang Tati.

Pensiun dari dunia tepok bulu angsa beberapa tahun kemudian, Tati sempat memulai kehidupan barunya sebagai seorang kasir di apotek selama kurang lebih 20 tahun. Ia kemudian direkrut oleh legenda bulu tangkis Indonesia lainnya, Rudy Hartono yang menempatkannya bekerja di sebuah perusahaan oli sebagai tenaga administrasi selama 9 tahun.

Meski menyandang status sebagai salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia, kehidupan Tati saat ini bisa dibilang jauh dari kata mewah. Untuk menyambung hidup sehari-hari, Tati mengakui bahwa ia kerap bergantung kepada kerabatnya.

“Kalau ada rezeki saya pasti penuhi kebutuhan sendiri, saya tidak mau lepas tangan. Cuma kalau memang tidak ada, saya pasti ke keponakan saya, karena dia punya usaha sendiri. Tapi kalau memang ada uang saya pasti pakai uang sendiri,” kata Tati.

Meski namanya sudah redup dan kehidupannya tidak bergelimang harta, jasa-jasa Tati tetap abadi. Ia tetaplah seorang legenda.

Baru-baru ini, Tati baru saja mendapatkan Penghargaan Atlet Veteran 2019 dari Tim Mobile Social Rescue (MSR) Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet usia senja yang pernah berjasa besar untuk Indonesia.

Tati mengapresiasi penghargaan yang datang tepat di bulan Ramadan ini. “Saya sangat berterima kasih. Waktu tim datang assesment pertama kali, saya bertanya-tanya ada apa ini? Ketika datang, alhamdulillah ternyata ada bantuan,” kata Tati lagi.

Sementara itu, tim program MSR ACT  Dayani menambahkan bahwa penghargaan ini diperuntukkan bagi para atlet veteran yang harus berjuang menghidupi diri sendiri dengan kondisi ekonomi yang ala kadarnya. “Kami berharap bisa mengadakan lagi pemberian penghargaan seperti ini untuk mantan atlet lainnya, para veteran yang mungkin kehidupannya jauh dari kata mapan,” katanya.

Editor : Banu Adikara



Close Ads