alexametrics

Dukung Irigasi, Proyek Bendungan Karalloe Gowa Ditarget Tuntas 2020

16 Mei 2019, 02:47:04 WIB

JawaPos.com – Pemerintah terus fokus menyelesaian pembangunan bendungan guna mendukung pasokan air untuk mendukung sektor pertanian lewat pengembangan irigasi tehnis. Salah satunya, Bendungan Karallloe di Kabupaten Gowa yang ditargetkan selasai pembangunannya pada 2020.

“Pembangunan bendungan baru akan meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah dapat terjaga,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Rabu (15/5).

Basuki mengungkapkan, saat ini dari 7,3 juta hektare lahan irigasi, hanya 11 persen yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. “Melalui program pembangunan 65 bendungan maka pasokan air untuk irigasi akan bertambah menjadi 19-20%,” ungkap Basuki.

Dukung Irigasi, Proyek Bendungan Karalloe Gowa Ditarget Tuntas 2020
Pembangunan Bendungan Karalloe di Gowa Sulawesi Selatan diharapkan tuntas pada 2020. (Istimewa)

Menurutnya, Bendungan Karalloe adalah salah satu bendungan yang segera rampung untuk mendukung sektor pertanian. Progres pembangunan bendungan yang berlokasi 137 Km ke arah Tenggara Kota Makassar ini mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2020. Pengerjaan bendungan terbagi dalam dua paket yang konstruksinya mulai dikerjakan pada Desember 2013.

Paket I mencakup pembangunan bendungan utama, bangunan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan menuju bendungan, dan terowongan pengelak. Realisasi pengerjaan fisik paket I telah mencapai 79,9 persen dengan target selesai akhir tahun ini. Biaya pengerjaan Paket I bersumber dari APBN pada tahun anggaran jamak (2013-2019) sebesar Rp 568 miliar.

Paket II merupakan lanjutan paket I yang dianggarkan sebesar Rp 657 miliar bersumber dari APBN TA 2008 – 2020 (multi years). Pekerjaan paket II meliputi timbunan tubuh bendungan, proteksi galian, intake, instrumentasi, hidromekanikal, serta pembangunan instrumen yang bersifat mekanikal dan elektrik dengan progres konstruksi 25,2 persen. Seluruh paket dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero).

Diketahui, Bendungan Karalloe memiliki kapasitas tampung 40,53 juta m3 dengan luas genangan 145 hektare. Manfaatnya akan dapat mengairi daerah irigasi seluas 7.004 hektare, sumber air baku dengan kapasitas 440 liter per detik, pengendali banjir dengan kapasitas 2.020 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 4,5 megawatt.

Terpisah, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan, pekerjaan bendungan sempat tertunda 3 bulan karena terdampak banjir bandang pada akhir Januari 2019. Imbasnya, pekerjaan konstruksi dialihkan untuk bersih-bersih dan pemulihan bangunan yang rusak pascabanjir selama 3 bulan.

“Tetapi pekerjaan lain terus kita kebut, misalnya pembebasan lahan saat ini sudah 93,88 persen atau 216,48 hektare dari 230, 59 hektare lahan yang dibutuhkan,” ujar Hari Suprayogi. Selain bendungan Karalloe, Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air telah membangun bendungan lain di Sulawesi Selatan, diantaranya Bendungan Paselloreng dan Pamukkulu.

Bendungan Paselloreng memiliki luas genangan 169 hektare dengan kapasitas tampung 138 juta m3 untuk mengairi 7 ribu hektar sawah. Bendungan Pamukkulu dengan luas genangan 126 hektare, kapasitas tampung 97,3 juta m3. Manfaatnya akan mengairi irigasi seluas 6.256 hektare, sumber air baku sebesar 0,13 m3/detik, dan mengurangi banjir 2,5 m3/detik.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads