alexametrics

Kemenhub Minta Rombongan Mudik Swadaya Koordinasi dengan Kepolisian

16 Mei 2018, 06:14:39 WIB

JawaPos.com – Pulang kampung sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia saat menyambut Hari Raya Lebaran. Sejumlah upaya akan dilakukan agar bisa merayakan hari kembali ke Fitri bersama keluarga. Kondisi itu menyebabkan harga tiket sejumlah moda transportasi naik, bahkan ludes terjual.

Menyiasati itu, ada sebagian masyarakat berinisiatif dengan melakukan mudik bersama menggunakan bus sewaan.

Menanggapi fenomena itu, Direktur Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Darat Budi Setyadi tak mempermasalahkannya. Menurutnya, inisiatif-inisiatif yang ada di masyarakat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Meski demikian, dirinya mengimbau masyarakat yang melakukan mudik bersama secara swadaya berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Hal itu untuk memastikan keamanan para penumpang saat mudik.

“Koordinasi terkait kelengkapan kendaraan, supir, butuh pengawalan dan sebagainya itu bisa dari polisi. Kalau yang dari Kemenhub soal kelayakan jalan,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (15/5).

Diungkapkan, mudik yang diselenggarakan oleh BUMN dan swasta juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk aspek keamanan. Sementara itu, pihaknya akan menjamin keamanan para penumpang dengan melakukan pengecekan pada fisik bus untuk memastikan layak jalan atau tidak.

“BUMN dan swasta secara manajemen telah melakukan itu. Kemenhub melakukan pengawasan (bus-bus) apakah layak digunakan untuk mudik,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (hap/JPC)



Close Ads
Kemenhub Minta Rombongan Mudik Swadaya Koordinasi dengan Kepolisian