alexametrics

Selip Lidah Menkes Nila Jadi Bumerang, DPR Minta Penjelasan Kematian Dokter Andra

15 November 2015, 05:47:00 WIB

JawaPos.com JAKARTA  – Polemik dokter internship belum tuntas. Komisi IX DPR RI berencana memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek dalam waktu dekat.

Pemanggilan ini membuka peluang adanya peninjauan ulang pada program magang tersebut.

Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf menyampaikan, pihaknya berencana memanggil Menkes pada masa sidang pertama DPR usai reses. Itu berarti pada pekan depan.

Dalam pertemuan nanti, pihaknya akan meminta penjelasan tentang kabar kematian dokter Dionisius Giri Samodra atau Andra.

Tak lupa, tentang update terbaru terkait program-program para tenaga medis yang ada di daerah terpencil ataupun daerah berisiko tinggi.

”Terkait ini (dokter internship, red) dan banyak hal juga,” tutur Dede kepada Jawa Pos, Sabtu (14/11).

Dede menjabarkan, hal lain tersebut mengacu pada pernyataan Menkes soal status para dokter internship.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menkes sempat berujar bila dokter internship merupakan mahasiswa yang tidak masuk dalam wewenangnya. Meski, ia pun segera mengaku salah dan meminta maaf.

”Kami sangat sesalkan statement Menkes yang kurang memahami kondisi yang sebenarnya. Sebagai pejabat publik tentunya harus lebih hati-hati dan memiliki empati terhadap musibah,” ungkap Politisi Partai Demokrat itu.

Bercermin pada kasus yang telah terjadi, Dede berniat mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membuat aturan konkrit soal perlindungan bagi tenaga medis di daerah terpencil.

Sehingga, keamanan para petugas medis ini dapat terjamin.

”Karena tidak ada pembekalan. Mungkin saja banyak lagi kejadian seperti ini, yang belum atau tidak terungkap. Kita tentu tidak ingin ini terulang kembali,” papar Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008-2013 itu.

Kemudian, untuk program internship sendiri, Komisi IX menilai perlu dilakukan tinjauan kembali. Banyak kelemahan yang harus dicari solusi bersama.

”Nanti kita dengar saran dari anggota. Yang jelas perlu ditinjau ulang,” katanya.

Soal ide ini, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin memberi lampu hijau.

Zaenal mempersilakan karena masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan.

”Agar tujuan penyelenggaraan tercapai. Ini juga merupakan konsekuensi dari perubahan kurikulum pendidikan kedokteran berbasis kompetensi,” ujar Zaenal. (mia/jpg)

Editor : arwan



Close Ads
Selip Lidah Menkes Nila Jadi Bumerang, DPR Minta Penjelasan Kematian Dokter Andra