alexametrics

Menteri Yohana Bingung Anak-anak Sudah Menikah: Yang Dewasa Aja Pusing

14 Desember 2018, 16:12:12 WIB

JawaPos.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menilai perkawinan anak dapat memutus hak anak mendapat pendidikan selayaknya. Dia menilai, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sejalan dengan upaya kementerian untuk menaikkan batas usia perkawinan.

“Bayangkan saja anak 15 tahun kawin dengan anak 17 tahun belum tamat sekolah, belum punya pekerjaan. Terus mau kasih makan apa istri dan anak-anaknya?” kata Yohana di Jakarta Pusat, Jumat (14/12).

Yohana menjelaskan, perkawinan anak akan menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebab jika batas usia perempuan menikah pada 16 tahun maka diperkirkan belum mengeyam pendidikan selama 12 tahun.

“Anak punya anak, punya anak lagi, repot saya pikir. Yang dewasa saja pusing. Kasihan anak-anak sebenarnya jadi korban,” ucap Yohana.

Oleh karenanya, untuk meningkatkan perekonomian keluarga, lanjut Yohana, seharusnya seorang anak dapat menyelesaikan pendidikannya hingga 12 tahun. Hal ini pun agar tidak bertambahnya tingkat kemiskinan.

“Anak kan juga tidak mau kawin di usia anak, terus dapat anak lagi,” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rdw/JPC)



Close Ads
Menteri Yohana Bingung Anak-anak Sudah Menikah: Yang Dewasa Aja Pusing