alexametrics
Cerita Ibu yang Anaknya Terkena Rubela

Saya Sedih Masih Banyak Yang Menolak Vaksinasi MR

Oleh NIA KURDI*
14 September 2018, 17:15:55 WIB

JawaPos.com – Menyimak informasi yang beredar di masyarakat, bahwa masih ada sekelompok orang yang menolak untuk divaksin MR, saya merasa sedih. Sebab, saya merasakan sendiri dampaknya.

Anak kedua saya yang bernama Zayyan Faiq Ubaidillah atau akrab disapa Ubaii dinyatakan positif terkena congenital rubella syndrome.

Ceritanya bermula saat pada bulan pertama kehamilan saya. Waktu itu saya terkena campak. Saya terkena campak karena tertular anak pertama saya. Anak pertama saya tertular temannya di sekolah.

Saya Sedih Masih Banyak Yang Menolak Vaksinasi MR
Infografis progres pelaksanaan vaksinasi MR di sejumlah provinsi yang rendah pencapaiannya. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Ketika saya terkena campak, saya sama sekali tidak kepikiran akan berdampak pada janin yang saya kandung. Sebab, saat itu informasi bahaya campak terhadap kehamilan juga tidak seramai sekarang. Selain itu, ketika saya terkena campak, saya belum tahu kalau saya sedang mengandung.

Singkat cerita, Ubaii lahir pada 17 September 2015. Jadi, beberapa hari lagi Ubaii merayakan ulang tahun yang ketiga. Hari kelahiran Ubaii maju sekitar sebulan dari perkiraan.

Ubaii lahir subuh. Dia lahir melalui persalinan normal di rumah sakit. Saat itu saya tidak melihat ada kejanggalan pada anak kedua saya.

Memasuki usia sebulan, ayahnya Ubaii melihat ada yang aneh. Di antaranya, kotoran mata Ubaii yang selalu banyak. Pada saat itu sang ayah mengamati bola mata Ubaii kok ada yang janggal. Pada bagian bola mata sebelah kiri seperti ada gelembung.

Setelah dibawa ke dokter, ternyata Ubaii mengalami katarak. Bahkan, kataraknya tidak hanya di mata bagian kiri. Tetapi juga ada di mata bagian kanan. Akhirnya diputuskan Ubaii menjalani operasi membuang katarak.

Nah, sebelum operasi, Ubaii menjalani sejumlah pemeriksaan. Di antaranya adalah pemeriksaan darah. Saat itulah dinyatakan Ubaii positif terkena rubella.

Sebagaimana diketahui, rubella menyerang lima organ. Selain di bagian mata, rubella telah menyerang otak, telinga, jantung, dan fungsi hati Ubaii.

Untuk jantung, misalnya, saat itu Ubaii dinyatakan mengalami kebocoran. Tetapi, saat ini kebocoran itu terus mengecil sehingga tidak perlu ada tindakan.

Saat ini Ubaii terus tumbuh besar. Bobotnya 12 kg. Di usianya yang hampir 3 tahun, Ubaii terlihat seperti anak usia 2 tahun. Karena rubella menyerang bagian otak, motorik Ubaii terganggu juga.

Contohnya, Ubaii baru bisa berjalan setelah berusia 2,5 tahun. Sebelum itu, Ubaii menjalani terapi motorik untuk bisa berjalan. Sekarang, setelah bisa berjalan, Ubaii sudah tidak menjalani terapi motorik tersebut.

Namun, Ubaii sekarang masih menjalani sejumlah terapi lain. Di antaranya, terapi untuk bicara dan mendengar. Karena Rubella menyerang bagian telinga, dia terlahir dengan kondisi pendengaran kurang sempurna. Sejak usia 6 bulan dia sudah menggunakan alat bantu pendengaran. Tetapi, tidak ada hasilnya.

Sekarang akhirnya menggunakan implan yang ditanam di dalam telinga. Tetapi, dia masih tidak menoleh ketika saya panggil. Harus dengan ditepuk pundaknya, baru dia menoleh.

Karena pendengaran terganggu, Ubaii juga belum bisa berbicara. Setiap minggu Ubaii menjalani dua kali terapi itu. Terapi untuk mendengar dan berbicara.

Kisah saya yang saat hamil terkena campak, kemudian Ubaii terkena rubella, kerap saya posting di laman Facebook. Niat saya hanya untuk berbagi pe­ngalaman. Berbagi informasi. Menurut saya, vaksin itu tidak hanya melindungi diri pribadi. Tetapi, juga melindungi lingkungan. Sebab, penyakit yang bisa dicegah melalui vaksinasi, umumnya, adalah penyakit yang menular.

Ketika saya berbagi kisah, ternyata juga ada yang menilai negatif. Saya dikira mengada-ada. Bahkan, saya juga dikira berjualan vaksin. Padahal, saya adalah ibu rumah tangga.

*) Ibunda Ubaii, bocah yang positif terkena congenital rubella syndrome 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/Disarikan dari wawancara dengan wartawan Jawa Pos M. Hilmi Setiawan/c10/ttg)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Saya Sedih Masih Banyak Yang Menolak Vaksinasi MR