alexametrics

ACT Dampingi Korban Banjir Samarinda, Puluhan Ribu Jiwa Butuh Bantuan

14 Juni 2019, 18:15:32 WIB

JawaPos.com – Hujan lebat melanda Kota Samarinda sejak Kamis (6/6). Akibatnya, sungai pasang dan menyebabkan banjir bandang hampir di seantero kota. Berdasarkan data dari BPBD Kota Samarinda terdapat 13 kelurahan, 5 Kecamatan, 17.485 KK, dan 56.123 jiwa yang menjadi korban terdampak banjir.

Merespons bencana tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) hadir melakukan pendampingan hingga hari ke-8 pasca Lebaran Idul Fitri ini. ACT mendistribusikan bantuan berupa kebutuhan dasar.

Ketua MRI-ACT Kaltim Nuraini mengatakan, timnya telah mendistribusikan ribuan makanan siap santap, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya ke titik-titik bencana. “Lebih dari 700 nasi bungkus sudah dibagikan hari ini. Kebutuhan yang masih dibutuhkan adalah perlengkapan bayi dan obat-obatan,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (14/6).

Posko ACT yang menyediakan bantuan berupa kebutuhan dasar untuk korban banjir Samarinda, Kalimantan Timur. (Istimewa)

Respons bencana yang dimaksimalkan tim ACT dan MRI pun dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Suminah, 95, yang tinggal di Jalan Gelatik, Gg Titian 2, salah satunya. Dia mengungkapkan bahwa tinggi banjir lebih dari satu meter yang telah menggenang rumahnya membuat aktivitas kesehariannya lumpuh.

“Kegiatan saya sehari-hari biasanya jualan sayur, kue, atau apa saja. Banjir sebelumnya nggak pernah separah ini, biasanya nggak sampai ngungsi. Saya di sini nggak ada keluarga, nggak punya anak, saya sendirian di sini. Saya sering dibantu-bantu dengan tetangga saya, kalo sekarang pas banjir Alhamdulillah, sering dibantu-bantu tim di posko ini. Alhamdulillah semua kebutuhan terpenuhi, kayak makanan, obat-obatan,” ungkapnya.

Hingga kini, pemerintah setempat memberikan peringatan dini kepada warga Samarinda untuk terus waspada hujan deras disertai angin kencang dan kilat atau petir di wilayah Samarinda, terutama pagi hingga siang hari. Selain itu, masa tanggap darurat pun diperpanjang hingga 21 Juni 2019.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads