alexametrics

Kematian Andra, Pukulan Bagi Dunia Medis Indonesia

13 November 2015, 10:23:00 WIB

Jawapos.com- Duka atas kematian dokter Andra juga dirasakan sejawatnya di RSUD dr Soetomo Surabaya. Kemarin (12/11) seluruh dokter di rumah sakit tipe A itu memakai pita hitam di lengan untuk menyatakan bahwa mereka ikut berkabung.

Ketua Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) dr Urip Murtedjo SpB-KL menyatakan salut atas perjuangan sejawatnya dalam mengabdi kepada negara tersebut. ''Dia memilih mengabdi di pelosok dan tidak mementingkan kesehatannya. Dia adalah pejuang,'' ungkapnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soetomo itu menyarankan adanya fasilitas yang memadai untuk dokter. ''Pemerintah tidak hanya mendukung secara moral, namun juga finansial,'' tuturnya.

Menurut dia, dokter yang mau bekerja di daerah hendaknya diberi basic salary. ''Tujuannya, memberikan apresiasi,'' ujarnya. Basic salary, kata dia, harus disesuaikan dengan daerah tujuan.

Dokter lain yang mengenakan pita hitam adalah dr Santoso. Dokter yang tengah mendalami ilmu penyakit saraf itu mengaku mengenakan pita hitam secara sukarela. Dia menyayangkan kematian sejawatnya karena kurangnya infrastruktur tersebut. ''Kalau tidak harus menempuh perjalanan lama, mungkin bisa selamat,'' tuturnya.

Keprihatinan juga ditunjukkan dokter lain. Dokter Pratic Christ SpB yang berjaga di IGD RSUD dr Soetomo juga mengenakan pita hitam. Christ yang memakai baju bedah memasangkan pita hitam di dadanya. ''Kematian Andra menjadi pukulan bagi dunia medis pada Hari Kesehatan Nasional,'' tegasnya. (mia/lyn/c5/kim)

Editor : afni



Close Ads
Kematian Andra, Pukulan Bagi Dunia Medis Indonesia