alexametrics

Begini Sulitnya Membawa Jenazah Dokter Andra Pulang

13 November 2015, 10:10:00 WIB

Jawapos.com- Dokter Dionisius Giri Samudra dinyatakan meninggal dunia setelah terkena sakit campak yang berkomplikasi pada radang otak. Sebagaimana susahnya saat berangkat, memulangkan jenazah Andra dari daerah pelosok di Dobo, Kepulauan Aru, Maluku ke rumah duka di Jakarta, juga tak mudah.

Jenazah Dokter muda itu ditemani sang ayah, Agustinus Mudjianto, 57. Pemulangan jenazah ke Jakarta harus menempuh perjalanan yang tidak mudah dan lama. Yaitu, mengarungi lautan selama lebih dari 7 jam untuk bisa sampai di Kota Tual, Kepulauan Aru, dari Dobo.

Setelah sampai di sana, jenazah harus diinapkan semalam untuk menunggu pesawat ke Ambon. ''Sekitar pukul 09.00 WIB tadi (kemarin,red) tiba di Tual. Akan bermalam dulu di sana. Besok (hari ini, Red) diterbangkan ke Ambon,'' jelas Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Usman Sumantri.

Dari Ambon, jenazah langsung diterbangkan ke Jakarta. Jika tidak ada gangguan cuaca, jenazah diperkirakan mendarat di Jakarta pagi ini pukul 09.15. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarga. Direncanakan, jenazah dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Minggu (15/11).

Duka mendalam juga disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek. Dia mengakui, penyakit dr Andra tidak terprediksi, meski di RSUD terdapat sejumlah dokter spesialis.

''Almarhum menderita penyakit yang cukup berat. Diduga, dia mengalami infeksi di otak atau demam berdarah, masih belum jelas. Jadi, tidak mudah untuk mengatasinya,'' ujarnya.

Terkait dengan rumor tidak adanya biaya untuk pengobatan, Nila menampik. Dia menegaskan, kondisi almarhum tidak memungkinkan untuk dirujuk. Sementara itu, biaya tidak menjadi beban. Sebab, seluruh dokter internship (magang) sudah dilindungi dengan asuransi kesehatan milik negara, yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Usman Sumantri juga meluruskan sejumlah anggapan miring soal internship dokter tersebut. Dia menjelaskan, internship merupakan bagian dari pendidikan kedokteran. Sarjana kedokteran wajib menempuh program magang agar semakin mahir dalam menangani pasien.

Selama magang, dokter internship akan ditemani dokter pendamping. ''Karena masih bagian dari pendidikan, tentu harus ada pendamping. Proses pemahiran ini ditempuh selama setahun. Delapan bulan di RS dan empat bulan di puskesmas terdekat dari RS,'' jelasnya.

Karena itu, tidak ada istilah gaji dalam magang tersebut. Meski, para dokter magang menerima bantuan biaya hidup Rp 2,5 juta. ''Jumlah tersebut belum termasuk insentif yang diberikan daerah masing-masing,'' kata Usman.

Sementara itu, soal penempatan di daerah terpencil, Usman menegaskan bahwa dokter magang tidak ditempatkan di daerah yang sangat terpencil. Berbeda dengan tenaga kesehatan yang masuk dalam tim Nusantara Sehat dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

''Ya kan mereka bukan pegawai. Daerah itu pun sebetulnya masih dapat dijangkau alat transportasi. Tidak seperti yang di pedalaman atau perbatasan,'' tegasnya.
(mia/lyn/c5/kim)

Editor : afni



Close Ads
Begini Sulitnya Membawa Jenazah Dokter Andra Pulang