alexametrics

Pastikan Kelaikan Terbang, Tim Kemenhub Inspeksi Boeing 737 MAX-8

13 Maret 2019, 07:49:08 WIB

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) mulai melakukan inspeksi pada pesawat Boeing 737 MAX-8 di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Hal ini berkaitan dengan dua kejadian naas yang dialami oleh pesawat buatan Amerika Serikat itu, salah satunya maskapai dalam negeri Lion Air.

Inspeksi dilakukan untuk memastikan pesawat jenis Boeing 737 MAX-8 yang beroperasi di Indonesia dalam keadaan laik terbang.

Pastikan Kelaikan Terbang, Tim Kemenhub Inspeksi Boeing 737 MAX-8
Inspeksi tim Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub (Istimewa)

“Inspeksi yang dilakukan oleh Inspektur dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, untuk memastikan bahwa pesawat Boeing 737 MAX-8 di Indonesia laik terbang,“ kata kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti dalam keterangan resmi, Selasa (12/3).

Kegiatan inspeksi oleh para inspektur penerbangan diawali dengan melakukan pengecekan langsung pesawat Boeing 737 Max-8 milik maskapai Garuda Indonesia yang sedang berada di Hanggar komplek Garuda Maintenance Facilities.

Asal tahu saja, pesawat Boeing 737 Max-8 yang beroperasi di Indonesia sebanyak 11 unit, 10 unit dimiliki oleh maskapai Lion Air dan 1 dimiliki oleh maskapai Garuda Indonesia.

Vice President Airworthiness Garuda Indonesia Purnomo menjelaskan pengecekan kali ini memastikan sistem air speed, altitude dan angle of attack beroperasi dengan baik, jika ada temuan kita akan langsung tindak lanjuti.

“Sementara untuk pesawat Boeing 737 MAX-8 kita grounded sampai menunggu arahan Dirjen Perhubungan Udara,” papar Purnomo.

Sedangkan untuk maskapai Lion Air yang memiliki 10 pesawat jenis pesawat Boeing 737 MAX-8, dijelaskan bahwa keberadaan pesawat jenis Boeing 737 Max-8 sedang berada di beberapa lokasi, yaitu 6 berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta, 2 di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, 1 di Bandar Udara Hasanuddin dan 1 di Bandar Udara Sam Ratulangi, semua dalam keadaan tidak beroperasi sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Udara.

Hal itu lansung direspons oleh Lion Air menyusul instruksi dari Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh pesawat jenis Boeing 737 Max-8 yang ada di Indonesia, sekaligus melaksanakan rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian yang menimpa PK-LQP.

“Saat ini kami sudah melarang pengoperasian pesawat tersebut dan 2 pesawat yang berada di Bandar Udara Soekarno-Hatta sedang dalam proses pengecekan oleh para inspektur dari DKPPU,” ujar M. Rusli selaku Managing Director Lion Air Group.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Uji Sukma Medianti



Close Ads
Pastikan Kelaikan Terbang, Tim Kemenhub Inspeksi Boeing 737 MAX-8