alexametrics
Penindasan Muslim Uighur di Tiongkok

Kisah Pilu Gulbachar, 40 Orang dalam Ruangan Berukuran 7×3 Meter

12 Januari 2019, 22:30:00 WIB

JawaPos.com – Gulbachar Jalilova, 54, pernah ditahan di sebuah kamp, di Provinsi Xinjiang, Tiongkok, selama 1 tahun 3 bulan 10 hari. Gulbachar ditahan dengan tuduhan mentransfer secara ilegal dana sebesar 17.000 Yuan atau sekitar USD 3.500 dari Tiongkok dan Turki.

Selama ditahan, perempuan keturunan Uighur asal Kazakhstan itu mengalami berbagai penyiksaan. “Ketika saya berada di kamp, saya memberi tahu mereka bahwa saya adalah orang asing dan bahwa saya tidak melakukan kesalahan. Meskipun di tangan saya ada paspor Kazakhstan tapi tetap ditangkap,” ungkap Gulbachar pada awak media saat ditemui di kawasan Menteng, Sabtu (12/1).

Dia pun menjelaskan kondisi tahanan kamp. Berukuran 7×3 meter dengan dinding setinggi 6 meter, ruangan itu tak dilengkapi dengan jendela. Satu ruangan sempit tersebut berisi 40-45 orang.

“Di dalam ruangan tersebut kisaran berumur dari 14 tahun hingga 80 tahun. Saya pernah 3 kali jatuh pingsan, karena saking pedihnya pengalaman yang saya rasakan,” ujarnya.

“Ketika ada di ruangan itu, dipakaikan baju hitam-hitam dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sehingga tidak bisa lihat, dalam kondisi tangan dan kaki diborgol dengan bobot 5 kilogram,” imbuhnya.

Nahasnya lagi, selama masa penahanan itu, Gulbachar harus terpisah dari anaknya. Setiap pekan anaknya hanya bisa mengirim surat kepadanya.

“(Tapi) Surat-surat dan dokumen-dokumen itu tidak dikirimkan dan tidak mendapat balasan,” tukasnya.

Keseharian tahanan sangat menyedihkan. Mereka dikurung dalam ruangan pengap. Makanan dan minuman pun dibatasi.

“Setiap hari diberi makanan, kuah sayur seukuran gelas belimbing dengan roti yang besarnya hanya sekepal tangan tidak ada makanan lain. Mereka tidak peduli (kami) kelaparan, berat badannya langsung turun 20 kilogram,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dirilis perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan lebih dari 1 juta etnis Uighur telah ditahan tanpa persetujuan mereka di pusat penahanan tidak resmi di Xinjiang. Pemerintah Tiongkok mengatakan kamp-kamp tersebut adalah pusat pelatihan kejuruan yang menyediakan pelatihan bahasa dan pendidikan ulang bagi para ekstremis.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Intan Piliang



Close Ads
Kisah Pilu Gulbachar, 40 Orang dalam Ruangan Berukuran 7x3 Meter