alexametrics

Anak Muda Terlalu Bergantung Pada Teknologi, Iklim Terus Berubah

11 November 2018, 11:59:14 WIB

JawaPos.com – Manusia tidak bisa hidup sendiri. Bersama alam, manusia harus mampu membentuk harmoni. Tanpa harmoni, kehidupan tak akan lestari. Alam akan punah, begitu juga penghuninya. Harmoni kehidupan itulah yang menjadi tema utama dalam pidato kebudayaan yang disampaikan Saras Dewi di ruang teater Jakarta di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, tadi malam.

Dengan gamblang, dosen filsafat Universitas Indonesia sekaligus aktivis lingkungan itu menyampaikan betapa kehidupan merupakan anugerah. Sebuah peristiwa istimewa yang perlu dirayakan. Merayakannya tentu saja dengan pengetahuan yang mampu menyelaraskan manusia dengan alam. Tidak hanya alam dunia, namun juga semesta.

Namun, perempuan 35 tahun tersebut mengingatkan bahwa saat ini kerusakan secara masif terus terjadi. Keserakahan manusia menjadi penyebabnya.

Anak Muda Terlalu Bergantung Pada Teknologi, Iklim Terus Berubah
Aktivis Lingkungan Hidup Saras Dewi saat menyampaikan pidato kebudayaan di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Sabtu (10/11) (Miftahulhayat/Jawa Pos)

“Perubahan iklim menjadi ancaman serius akibat peran manusia,” ucap pelantun lagu Lembayung Bali itu.

Produksi emisi meningkat dan pembangunan tidak terkendali. Dampaknya adalah pencemaran tanah, air, dan udara dalam skala yang masal.

Dia juga menyindir generasi saat ini yang terlalu bergantung pada teknologi. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (byu/c19/ttg)


Close Ads
Anak Muda Terlalu Bergantung Pada Teknologi, Iklim Terus Berubah