alexametrics

Evakuasi Korban Dihentikan, Basarnas Persilakan Masyarakat Melapor

11 Oktober 2018, 19:25:13 WIB

JawaPos.com – Proses evakuasi pencarian korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah telah selesai dilalukan. Hal itu sesuai keputusan yang diambil oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pemimpin penanganan korban gempa Sulteng.

Pantauan JawaPos.com di Kelurahan Petobo, Tim SAR sudah menghentikan aktivitas pencarian korban yang tertimbun lumpur likuifaksi. Sebanyak enam escavator pun tidak beroperasi.

“Sesuai perintah dan arahan hari ini selesai,” kata anggota Rescue Basarnas Muhammad Mursidi saat ditemui JawaPos.com di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10).

Sebelum beranjak dari wilayah Petobo, Tim Basarnas melakukan doa bersama dan evaluasi dari hasil yang telah diselesaikan.

Kendati demikian, informasi masyarakat masih diterima jika mengetahui letak korban yang tertimbun akibat gempa dan tsunami. “Kalau ada informasi korban kami siap membantu,” urainya.

Senada, Dantim Tim 5 Basarnas di Balaroa, Dwi Adi Wibowo mengatakan, proses evakuasi sudah dilakukan selama 14 hari dan telah diselesaikan. Meski masih terdapat korban yang tertimbun puing dan tanah diperkirakan ratusan jiwa.

Basarnas juga mengingatkan agar masyarakat tidak memasuki wilayah yang terdampak bencana di Balaroa. Dia menegaskan, wilayah Balaroa atau bencana tertutup untuk umum.

“Wilayah musibah tidak diperbolehkan lagi untuk dihuni, apabila terjadi bencana alam susulan bisa ada korban lagi,” ucap Adi.

Menurutnya, air dari likuifaksi saat ini sudah tercampur dengan jasad korban yang telah membusuk. Kemungkinan besar banyak bakteri yang bisa menimbulkan penyakit.

“Kalau evakuasi tetap dilanjutkan jenazah yang ditemukan juga sudah tidak dalam kondisi utuh. Sekarang banyak korban yang ditemukan dalam kondisi tulang belulang saja,” jelasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Evakuasi Korban Dihentikan, Basarnas Persilakan Masyarakat Melapor