alexametrics

Ganjil-Genap di Merak-Bakauheni, Pemudik Harus Atur Jadwal Keberangkatan

11 Mei 2019, 17:01:00 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perhubungan berencana memberlakukan kebijakan ganjil genao di penyeberangan Merak-Bakauheni. Langkah ini ditempuh guna menghindari lonjakan arus pemudik dari Jawa ke Sumatera yang kerap menimbulkan kemacetan panjang. Opsi ganjil-genap akan diterapkan untuk pemudik dengan mobil pribadi yang ingin menyeberang dari Merak ke Bakauheni sesuai dengan tanggalnya, plat ganjil untuk tanggal ganjil, dan plat genap untuk tanggal genap.

Terkait dengan rencana itu, Pengamat Transportasi Universitas Indonesia, Alvinsyah menyatakan pemudik harus mengatur jadwalnya dengan baik. “Dari sisi pemudik ya benar-benar mengatur jadwalnya secara baik agar tidak terhambat perjalanannya,” katanya ketika dihubungi JawaPos.com, Sabtu (11/5).

Pemberlakuan opsi ganjil-genap di penyebrangan Bakauheni-Merak sepanjang periode mudik Lebaran sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan yang sering terjadi. Menurutnya, angkutan penyeberangan memang tidak didisain untuk beban kondisi Lebaran. Kapasitas pelabuhan penyeberangan dijelaskan Alvinsyah harus melihat fungsi frekuensi penyeberangan dan jumlah dermaga.

Ganjil-Genap di Merak-Bakauheni, Pemudik Harus Atur Jadwal Keberangkatan
Ilustrasi: Kendaraan menuju ke Pelabuhan Merak. (Doni Kurniawan/Banten Raya/Jawa Pos Group))

“Untuk kondisi sekarang sebenarnya bisa dihitung berapa kapasitasnya dalam satu hari. Pemerintah pasti punya data volume penyeberangan, panjang antrean dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan adanya kedua informasi tadi, bisa dihitung gap antara kapasitas dan beban yang terjadi dan bisa dihitung besarnya panjang dan lamanya antrean,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan, prinsipnya, untuk kondisi lebaran yang harus dilakukan adalah mengatur jumlah pergerakan agar sesuai dengan kapasitas penyeberangan dengan toleransi panjang atau lama antrean. “Pada situasi seperti ini jangan terlalu mengharapkan kondisi yg ideal, kalau ada keterlambatan lebih dari biasanya ya harus diterima,” bebernya.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyebut, bahwa penerapan ganjil-genap di penyeberangan Merak-Bakauheni pada Lebaran 2019 mampu memangkas antrean sepanjang tujuh kilometer yang terjadi pada 2018.

Dari data yang dihasilkan oleh Kemenhub, diketahui bahwa pola perilaku mudik masyarakat yang menggunakan kapal cenderung lebih sering menyeberang mulai dari pukul 00.00-06.00, dengan perkiraan tiba di Lampung menjelang siang dengan pertimbangan faktor keselamatan. Sementara sarana dan prasarana di Pelabuhan Merak dan Bakauheni cenderung tidak bertambah, jadi dikhawatirkan terjadi antrean panjang pada masa angkutan Lebaran tahun ini.

Soal prediksi berkurangnya kemacetan dengan penerapan ganjil-genap selama periode mudik Lebaran di arus penyebrangan Merak-Bakauheni, Alvinsyah sepakat bahwa ganjil-genap bisa mengurangi kemacetan. “Kebijakan ganjil-genap memang secara perhitungan bisa mengurangi panjang dan lama antrean, apalagi bila pemerintah punya data plat nomor pemudik di tahun-tahun sebelumnya, tetapi memang tidak ada jaminan tidak terjadi antrean,” sambungnya.

Untuk kebijakan pengaturan permintaan seperti ganjil-genap ini, Alvinsyah menilai sebaiknya hanya untuk angkutan pribadi saja, sebab pengguna angkutan umum harus menjadi prioritas. Kebijakan ini menurutnya juga akan menjadi optimal bila disosialisasikan jauh sebelumnya kepada publik dan disiapkan dengan cermat rencana operasionalnya. Tapi dengan syarat publik juga harus kooperatif demi kebaikan bersama.

“Apapun kebijakannya kita jangan terlalu over expected akan terjadi kelancaran yang ideal, kalaupun terjadi ya anggap saja sebagai bonus. Harus diingat mengatur transportasi itu prinsipnya mengatur manusia, dan kita tahu persis manusia adalah mahluk yang paling sulit diatur,” tukasnya.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, dalam imbauan Kemenhub soal ganjil-genap penyebrangan Merak-Bakauheni, sistem tersebut diberlakukan di perlintasan Merak-Bakauheni pada pukul 20.00-08.00 mulai tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019. Seperti sudah disinggung di atas, pertimbangannya adalah pola perilaku mudik masyarakat yang menggunakan kapal penyeberangan cenderung menyeberang mulai pukul 00.00 hingga 06.00.

Dari sisi pemudik, Wan Harta, warga Perumahan Mahkota Mas, Cikokol Tangerang, Banten mengaku baru mengetahui ihwal imbauan ganjil-genap tersebut setelah diperlihatkan surat edaran imbauan dari Kemenhub oleh JawaPos.com. Dirinya merupakan perantau asal Palembang, Sumatera utara. Setiap tahun, dirinya bersama keluarga rutin mudik ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi.

“Biasanya sih H-5 berangkat. Baru tahu ada ganjil-genap ini, nggak tahu nanti gimana. Lihat nanti lah,” tuturnya.Dirinya berkisah, Lebaran tahun 2018 lalu mengalami antrean kapal sejak di exit tol Merak hingga 8 jam lamanya. Terkait ganjil-genap menuju penyebrangan ke Bakauheni, dirinya tampak skeptis atas imbauan tersebut. Apa lagi ini hanya imbauan dan tak ada sanksi yang diberikan bagi pelanggar.

“Kemarin sih antrenya udah dari keluar tol, 8 jam kalau nggak salah. Ya kalau ada ganjil-genap ini nggak tahu deh bakal lancar atau nggak. Lihat nanti lah, di pikirkan lagi gimana enaknya,” tandasnya.

Sebagai informasi, berikut waktu pemberlakuan ganjil-genap di Pelabuhan Merak

1. Pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan genap pada tanggal 30 Mei 2019 (H-6) pukul 20.00 WIB sampai tanggal 31 Mei 2019 pukul 08.00 WIB.

2. Pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan ganjil pada tanggal 31 Mei 2019 (H-5) pukul 20.00 WIB sampai tanggal 1 Juni 2019 pukul 08.00 WIB.

3. Pengendara mobil dengan tanda nomor genap pada tanggal 1 Juni 2019 (H-4) pada pukul 20.00 WIB sampai tanggal 2 Juni 2019 pukul 08.00 WIB.

4. Pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan ganjil pada tanggal 2 Juni 2019 (H-3) pukul 20.00 WIB sampai tanggal 3 Juni 2019 pukul 08.00 WIB.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads