alexametrics

Komnas HAM: Nggak Ada Orang Mati di Tanah Begitu

10 April 2018, 16:51:30 WIB

JawaPos.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima kedatangan special rapporteur (pelapor khusus) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Hilal Elver, Selasa (10/4). Pertemuan ini membahas perwujudan hak atas pangan di Indonesia.

Pemenuhan hak pangan bagi masyarakat merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pangan, yang menyebutkan istilah kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan.

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sandrayati Moniaga mengutarakan bahwa masalah kedaulatan pangan di Indonesia masih memprihatinkan. Maka untuk melaksanakan pemenuhan pangan, Komnas HAM menyoroti beberapa aspek yang harus menjadi perhatian pemerintah.

“Pertama aspek ketersedian pangan, kedua aspek aksesibilitas atau keterjangkauan terhadap pangan,” ungkap Sandra di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Sandra menilai bahwa produksi pangan nasional saat ini terbilang stagnan karena belum melampaui daya konsumsi masyarakat. Penyebabnya bisa karena para petani tidak memiliki lahan cukup menghasilkan pangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sandra melihat bahwa aspek keterjangkauan pangan masih belum disikapi serius oleh pemerintah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya korban jiwa berjatuhan akibat gizi buruk di Asmat beberapa waktu lalu.

“Kalau kita serius dari dulu, mestinya apa yang terjadi di Asmat tidak terjadi. Nggak ada orang mati kelaparan di tanah yang begitu. Kalau Papua memang tidak terlalu subur karena rawa, tapi mereka kan punya sumber makanan (yang bisa diberdayakan),” lanjut Sandra.

Oleh karena itu, Sandra berharap dengan adanya pelapor khusus dari PBB ini, pemerintah semakin peka melihat kebijakan pangan, sehingga tidak bertumpu dengan pangan impor, tapi lebih memberdayakan pangan lokal.

“Pemerintah memberikan perhatian lebih serius dalam konteks kebijakan pangan, kemudian melihat dengan hubungan yang lain, jangan sektoral. Misalnya, jangan hanya berpikir produktivitas pertanian saja, tapi memajukan sumber pangan lokal yang lain,” pungkas Sandra.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/sat/JPC)


Close Ads
Komnas HAM: Nggak Ada Orang Mati di Tanah Begitu