alexametrics

MUI: Kembali ke Iman, Mau Makan yang Haram atau Halal

9 Maret 2018, 16:19:21 WIB

JawaPos.com – Kewenangan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terkait sertifikasi halal pada obat masih terbatas.

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim mengatakan, saat ini lembaganya sebatas melakukan pemeriksaan laboratorium. Hal itu dilakukan oleh produsen obat sebagai syarat untuk memperoleh Nomor Izin Edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“BPOM kan tidak menganut halal atau tidak makanya kami yang mengurus hal itu. Maka, BPOM memberikan informasi kandungan di dalam bahan baku mengandung atau tidak,” ujar Lukman, Jakarta.

Artinya, kata Lukman, LPPOM MUI tidak dapat mencampuri penindakan dan pengawasan produk obat, kecuali yang sudah bersertifikasi halal.

Sebagai informasi, saat ini produk obat memang belum diwajibkan untuk mendapat sertifikat halal. Sekalipun memang sudah disahkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal tahun 2014.

Dalam undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa produsen obat diberikan waktu hingga lima tahun sejak regulasi ini disahkan.

Artinya, pada 2019 mendatang, seluruh obat wajib mencantumkan label halal. Adapun obat yang mengandung bahan baku non halal harus dicantumkan dalam kemasan obat.

“Untuk saat ini memang belum wajib (sertifikasi halal obat) tetapi 2019 kita mandatory sertifikasi produk halal,” kata Lukman.

Senada dengan Lukman, Ketua MUI Bidang Fatwa, Huzaemah Tahido Yanggo menegaskan pentingnya nilai halal untuk seorang individu, kembali lagi pada iman masing-masing.

“Kembali pada iman seseorang mau makan yang halal atau yang haram,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com.

Kalau dikatakan penting, Huzaemah menyatakan hal ini sangat penting karena Indonesia mayoritas umat muslim. Untuk umat muslim, apa pun yang masuk ke dalam mulut diharuskan halal dan baik untuk tubuh.

“Ke depan saya berharap ada kewajiban (sertifikasi halal) karena pelaksanaan dalam Undang-Undang Jaminan Produk Halal prosesnya masih bertahap,” pungkasnya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/rgm/JPC)


Close Ads
MUI: Kembali ke Iman, Mau Makan yang Haram atau Halal