alexametrics

Ketum PBNU Sebut Tak Ada yang Salah dengan Pelarangan Cadar

Kebijakan Rektor UIN Sunan Kalijaga
9 Maret 2018, 18:13:04 WIB

JawaPos.com – Kebijakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta terkait larangan cadar, menuai polemik di masyarakat.

Beleid tersebut dinilai kurang tepat, lantaran terlampau jauh mengatur sisi personal mahasiswa.

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj angkat bicara.

Dia menjelaskan bahwa sejatinya dalam agama Islam tidak ada kewajiban memakai cadar. Dengan kata lain, cadar bukanlah perintah agama.

“Yang jelas cadar itu bukan ibadah, bukan perintah agama. Budaya (masyarakat) Arab pakai cadar, enggak pakai silahkan,” ujar Said Aqil saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/3).

Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat itu berpesan mereka yang memakai cadar jangan juga menganggap Islamnya paling sempurna. Pasalnya kesempurnaan Islam tidak dilihat dari menggunakan cadar.

“Tapi asal yang pakai cadar jangan merasa‎ paling sempurna Islam-nya, kesempurnaan Islam dalam hati, akhlak dan moral,” katanya.

Oleh sebab itu dia menganggap rektor UIN dalam membuat aturan tersebut tidak salah. Sebab tidak ada anjuran di dalam Islam menggunakan cadar.

“Tidak salah juga, (Rektor UIN) punya wewenang juga,” pungkasnya

Sebelumnya, Rektor UIN, Yudian Wahyudi melarang mahasiswinya menggunakan cadar selama aktivitas di kampus.‎

‎Kebijakan UIN ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018 perihal Pembinaan Mahasiswa Bercadar.

Dia mengancam akan mengeluarkan mahasiswi yang nekat menggunakan cadar, jika sudah tujuh kali diperingatkan tak kunjung mengikuti aturan.

Pihak kampus berdalih kebijakan tersebut diterapkan lantaran sebagai kampus negeri, UIN Sunan Kalijaga berdiri sesuai Islam yang moderat atau Islam nusantara.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (gwn/JPC)


Close Ads
Ketum PBNU Sebut Tak Ada yang Salah dengan Pelarangan Cadar