alexametrics

Rawan ISPA, Pertamina Bagi-bagi Masker Buat Korban Gempa Sulteng

8 Oktober 2018, 08:38:05 WIB

JawaPos.com – Selain mengirim bantuan berupa logistik serta BBM, PT Pertamina (Persero) melakukan pembagian masker kepada pengendara motor di Donggala dan Palu. Pasalnya, pascamusibah gempa bumi dan tsunami, salah satu penyakit yang potensial menyerang adalah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menjelaskan, seusai gempa, kondisi sanitasi memang buruk. Ditambah lagi evakuasi jenazah yang sudah pasti memunculkan bau menyengat serta lumpur mengering yang menjadi debu.

“Makanya kalau kita lihat, yang terkena tsunami rata-rata menjadi gersang. Ketika kering itulah mudah menjadi debu yang menyebabkan ISPA. Belum lagi banyaknya reruntuhan. Dan kalau kondisinya memang demikian, maka pemberian masker memang sudah tepat,” kata Safrudin dalam keterangan resmi, Senin (8/10).

Safrudin menyebut dalam konteks pencemaran udara penyebab ISPA karena masuknya benda-benda asing ke dalam saluran pernafasan. Benda asing tersebut lanjut dia, tidak hanya berupa debu. Selain itu, juga bau menyengat dan juga gas seperti gas karbon dan gas lain yang mungkin berada di sekitar lokasi.

Ia menambahkan, pemberian masker bisa berguna untuk mencegah penularan penyakit. Apalagi, jika terdapat warga pengungsian yang sudah terkena ISPA, biasanya akan merembet pada penyakit menular lain, seperti influenza. Dengan demikian, pemberian masker juga harus tetap dibarengi dengan bantuan kebutuhan primer, yaitu makanan dan obat-obatan.

Pertamina sendiri, selain memberikan bantuan makanan, obat-obatan, dan juga BBM kepada rumah sakit, juga membagikan mendirikan posko kesehatan serta masker kepada pengendara pengendara motor yang lewat di sekitar Jalan Raya Donggala Loli. Berbagai bantuan diberikan, di luar tugas pokok Pertamina yang tetap memasok BBM dan LPG di daerah musibah.

Salah satu warga, Reski, mengatakan, masker tersebut sangat bermanfaat bagi warga. Karena selain jalan rusak, juga bau anyir di beberapa titik masih terasa hingga saat ini. “Ini berguna sekali buat kita. Karena sepanjang jalan itu jalannya rusak jadi berdebu, buat kita susah liat dan susah napas. Belum lagi aroma anyir di beberapa jalan belum hilang, dan hujan belum turun, sempat gerimis tapi belum ada turun hujan,” kata Reski.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (uji/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Rawan ISPA, Pertamina Bagi-bagi Masker Buat Korban Gempa Sulteng