alexametrics

Menteri Budi ke Pemudik yang Balik ke Jakarta: Bijak Gunakan Rest Area

8 Juni 2019, 15:01:34 WIB

JawaPos.com – Kepadatan kendaraan yang ingin memasuki rest area selalu menjadi salah satu biang kemacetan di setiap arus mudik ataupun arus balik lebaran. Selama pelaksanaan lebaran tahun ini, kemacetan karena penggunaan rest area juga masih terlihat.

Pada Jumat (7/6) malam, pemudik yang melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek harus bermacet ria dengan perkiraan kemacetan yang mengular sebanyak 17 Km dari GT Cikampek Utama sampai dengan sekitar Karawang Timur. Selain karena pada hari itu volume kendaraan padat, Jasa Marga menyatakan kemacetan karena pemudik yang ingin masuk ke Rest Area.

Alhasil, Jasa Marga bersama kepolisian telah memberlakukan penutupan operasi 4 rest area yang berada di Jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju arah Jakarta. Pengguna jalan akan diawasi untuk tak melakukan pemberhentian di bahu jalan karena penutupan tersebut.

Menteri perhubungan (Menhub) Budi Karya mengatakan, kepadatan volume kendaraan yang ingin masuk ke rest area memang menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. Karena itu, pihaknya mengimbau pengguna jalan tak melakukan pemberhentian ke rest area jika dalam kondisi yang tidak mendesak.

“Jika jarak tempuh mencapai 6 jam dan kondisi badan atau tingkat kebugarannya maksimal maka mereka tidak perlu berhenti. Kalaupun harus berhenti tapi sebentar saja,” kata Budi dalam keteranganya, Sabtu (8/6).

Ilustrasi Rest Area, Kepadatan di rest area menjadi salah satu penyebab kemacetan di jalan tol saat mudik dan arus balik Lebaran (Igman Ibahim/JawaPos.com)

Budi juga mengingatkan agar pengguna jalan tidak melakukan pemberhentian di bahu jalan. Apalagi mulai Sabtu (8/6) pukul 12.00 sampai 24.00 WIB, nantinya mulai diberlakukan penutupan 4 rest area di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta.

“Jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan menimbulkan kemacetan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arriyani menuturkan, pihaknya telah memberlakukan sejumlah sirkulasi pengaturan kendaraan yang ingin memasuki rest area selama arus mudik dan balik. Di antaranya dengan mengatur sirkulasi jenis kendaraan besar dan kecil. Juga dengan memberlakukan pengguna jalan menggunakan rest area.

“Gak seperti biasanya bisa balik-balik seenaknya saja di Rest Area. kalau nanti mau ke SPBU ya ke SPBU, kalau mau ke toilet ke toilet aja. Jadi dia gak bikin macet,” kata Desi saat ditemui JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Selain mengatur sirkulasi kendaraan, Jasa Marga juga melakukan pembatasan waktu para pengguna jalan paling lama 1 jam berhenti di rest area. Kalau tidak, pihaknya terus melakukan himbauan melalui suara pengeras yang ada di rest area tersebut.

“Jadi gak boleh lama lama di rest area. Kalau mudik balik ini paling lama 1 jam udah harus berangkat. Jadi kita akan halo halo (peringatkan) terus,” tuturnya.

Desi juga menambahkan, pihaknya juga berhak melakukan penutupan rest area jika telah terjadi kepadatan kendaraan. Untuk kebijakan ini, kata dia, diharapkan dapat bersinergi dengan kesadaran pengguna jalan.

“Biasanya masyarakat gak semua nurut, dia parkir di luar dan jalan kaki masuk ke rest area. Itu menyebabkan kemacetan. Jadi perilaku ini yang kita harapkan berubah,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads