alexametrics

Banyak Obat Belum Kantongi Sertifikasi Halal, Ini Kata BPOM

8 Maret 2018, 13:00:09 WIB

JawaPos.com – Mayoritas obat yang kini dikonsumsi masyarakat belum tersertifikasi halal. Termasuk ‘obat-obat warung’ yang notabene menjadi pilihan favorit masyarakat.

Selain harganya yang miring, obat warung juga mudah didapat tanpa embel-embel surat keterangan dokter.

Di sisi lain, kehalalan obat sejatinya menjadi sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang notabene mayoritas muslim.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan hingga kini belum ada kewajiban untuk sertifikasi halal bagi obat.

Menurut Kepala Sub Direktorat Pegawasan Produk BPOM, Moriana Hutabarat, pertimbangannya lebih kepada mengutamakan kepentingan kesehatan dari aspek halal.

Dia lantas mencontohkan soal vaksin. Bahan baku pembuatan vaksin diketahui banyak diambil dari organ hewan babi.

“Setahu saya memang rata-rata negara Islam di dunia, belum mewajibkan halal untuk obat. Masih optional,” tegasnya kepada JawaPos.com di Jakarta, Selasa (6/2).

Untuk mewajibkan hal tersebut, Moriana menyerahkan kembali kepada Pemerintah, mengutamakan kesehatan atau memberikan kelonggaran dengan menggunakan bahan baku yang tidak halal.

“Ini masih menjadi masalah dunia, belum ada yang mengatur tentang wajibnya kehalalan pada obat,” tambahnya.

Adapunm saat ini, BPOM diketahui telah bekerjasama dengan LPPOM MUI dalam pemeriksaan bahan baku produk obat pada proses pre market.

Jika sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI maka proses Nomor Izin Edar (NIE) akan berjalan.

“Setelah itu post market, kita uji lagi sampling. Kalau balai BPOM dalam menguji positifber-DNA babi, maka kita tindak dengan pencabutan NIE dan penarikan dari pasar. ,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (rgm/JPC)


Close Ads
Banyak Obat Belum Kantongi Sertifikasi Halal, Ini Kata BPOM