alexametrics

ACT Bagi Ratusan Paket Lebaran untuk Penyintas Gempa Lombok

7 Juni 2019, 11:22:45 WIB

JawaPos.com – Kemeriahan Hari Raya Idul Fitri terlihat di kompleks hunian nyaman terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Ratusan penghuni ICS untuk pertama kali merayakan lebaran di lokasi pengungsian.

Menciptakan rasa bahagia bagi para pengungsi, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan dua ekor sapi yang telah disembelih. Daging sapi tersebut didistribusikan dalam bentuk 300 paket lebaran bagi warga penyintas Gempa Lombok.

“Program ini merupakan rangkaian acara yang tidak terputus dari ACT sebagai pendampingan. Jadi, tidak hanya saat gempa saja, tetapi sampai saat ini tim masih membersamai masyarakat Lombok,” kata penanggung jawab program perayaan Idul Fitri di ICS Gondang, Romi Syaefudin dalam keterangannya, Jumat (7/6).

Romi menuturkan, pihaknya telah melakukan silaturahmi dengan warga penghuni ICS yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. ACT bersama warga ICS juga melakukan syukuran melalui doa bersama, khatamul Qur’an, dan cukur rambut bayi yang baru lahir.

“Selain itu, ada paket yang kami bagikan ke 300 warga di ICS yang berisi sembako dan paket lebaran untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkapnya.

Aisyah, 50, salah seorang warga penyintas Gempa Lombok mengaku masih trauma mengingat keluarganya yang hilang karena gempa. Kendati demikian, dirinya merasa bahagia bisa tinggal di pengungsian ICS.

“Saya merasa nyaman tinggal di ICS. Kami semua menunggu hunian tetap yang hampir selesai dari bantuan pemerintah,” ucap Aisyah mengaku senang mendapat bantuan dari dermawan ACT selama Ramadan.

Oleh karena itu, Aisyah berharap hunian tetap untuk warga korban gempa segera diselesaikan. Hal ini agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sebelum terjadinya bencana.

“Harapannya ke depan, setelah adanya hunian tetap, kami ingin bangkit bangun kembali usaha, maju dalam pertanian dan perdagangan. Kami menunggu untuk hunian tetap bisa segera selesai sehingga kami bisa beraktivitas lagi dengan normal,” harap Aisyah.

Kebahagiaan yang sama pun disampaikan oleh Angga, 32. Dia mengaku tinggal bersama istrinya yang kala itu sedang hamil hingga melahirkan di tempat pengungsian.

Angga mengaku masih trauma, sehingga dia lebih memilih harus tinggal di pengungsian. “Saya masih merasa nyaman untuk tinggal di shelter hingga saat ini. Kami juga dapat bantuan paket pangan misalnya seperti beras, sembako, dan lainnya,” tutur Angga.

Angga berharap bisa terus mendapat bantuan dari ACT. Sebab dirinya bersama keluarga masih harus bertahan lama di pengungsian ICS.

“Kami berharap bisa terus mendapat bantuan dari pihak ACT, karena sepertinya kami masih lama untuk tinggal di sini, hunian tetap kami dari bantuan pemerintah masih belum selesai meskipun pembangunannya sudah berproses,” tegas Angga.

Untuk diketahui, gempa hebat yang menghantam Lombok pada Agustus 2018 lalu, menarik empati yang sangat dalam dari seluruh negeri. Salah satu lembaga kemanusiaan, ACT pada September 2018, telah membangun ICS di Desa Gondang dan terus membersamai warga penyintas gempa hingga saat ini.

Tidak hanya tempat tinggal sementara, program ICS tersebut memiliki beberapa fasilitas-fasilitas lain seperti masjid, toilet, bahkan hingga sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads