alexametrics

Versi Mendagri, Dua Hal Ini Picu Peredaran Obat dan Makanan Ilegal

7 Mei 2018, 13:00:22 WIB

JawaPos.com – Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo membuka Musyawarah Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2018, Senin (7/5).

Dalam sambutannya, Tjahjo berpesan perlu sinergitas antar lembaga dalam menjamin keamanan obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

“Instansi regulator maupun pelaku usaha harus bersinergi untuk menjamin ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan terjangkau,” kata Tjahjo di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta.

Tjahjo mengatakan, obat dan makanan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan. Dan saat ini, globalisasi dan perubahan gaya hidup mendorong peningkatan jenis serta jumlah produk obat dan makanan.

Dengan demikian, rentan akan peredaran obat dan makanan ilegal di pasaran.

“Kondisi ini menstimulasi pengembangan produk obat dan makanan tetapi di sisi lain ada kerentanan beredarnya produk obat dan makanan ilegal dan palsu,” ujar mantan sekjen PDI Perjuangan itu.

Tjahjo pun mengapresiasi BPOM atas penyelenggaraan Munas Pengawasan Obat dan Makanan.

“Melalui Munas ini, BPOM bersama Pemda menghasilkan penajaman kinerja yang menjadi panduan dalam bekerjasama,” pungkasnya.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (put/JPC)



Close Ads
Versi Mendagri, Dua Hal Ini Picu Peredaran Obat dan Makanan Ilegal